HARIAN FAJAR, MAKASSAR — Memulai binis tidak harus dengan modal besar. Pendiri, penggagas dan pengelola Browcyl, Rachmat Almu Arrif SM menyampaikan bisnis Browcylnya yang telah berkembang saat ini, dibangun dengan modal Rp1,2 juta
Setelah berjalan 14 tahun, saat ini ini bahkan ia bisa mengembangkan bisnisnya ke lini lain. Hal itu disampaikan Rachmat saat menjadi pemateri di Seminar Akadmik yang dilaksanakan Universitas Terbuka Makassar, Jumat (1/5/26).
“Saat itu usia saya 20 tahun dengan modal 1,2 juta. Itu saya pakai beli mixer, malamnya dibikin ibu, siangnya saya yang jual,” kata Owner Browcyl ini. Rachmat membuktikan bahwa modal dalam memulai bisnis tidak semata adalah uang.
“Uang bukan semata-mata, keinginan kuat, memanfaatkan networking mesti dilakukan,” katanya memberi motivasi. Sebagai alumni UT, dia menyampaikan hal itu bisa ditiru semua mahasiswa UT Makassar.
Wakil Rektor IV Unhas, Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST MPhil juga tampil sebagai pembicara. Sebagai komisaris di 12 perusahaan milik Unhas, ia menyampaikan pentingnya mendorong jiwa entrepreneurship termasuk dari kalangan kampus
“Rasio pengusaha kita masih sangat kecil dibanding dengan negara maju. Kita tau caranya, sisa bagaimana masuk mengaplikasikan,” kata Adi Maulana. Ia secara terbuka juga menyampaikan bila kampusnya, juga belajar pada UT pada sistem kerja secara online saat ini.
“Terutama pada konspe WFH. Sekarang kami sisa 4 hari kerja, selebihnya WFH yang saya tau di UT ini sudah lama enerapkan,” katanya. Tampil juga sebagai pembicara adalah Anwardin Arjunaid sebagai Konsultan UMKM Bank Indonesia (BI).
Di sela kegiatan Seminar Pendidikan, Direktur UT Makassar, Prof Dr Abd Rahman Rahim SE MM juga menandatangani MoU dengan Dekan FMIPA UNM, Prof Drs Suwardi Annas MSi PhD terkait banyak hal salah satunya kerja sama penelitian, pengabdian pada masyarakat. (*)





