JAKARTA, KOMPAS.com - Harapan besar disampaikan para pengemudi ojek online (ojol) dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional, Jumat (1/5/2026).
Salah satunya datang dari Novita Meliana Pratiwi (42), pengemudi ojol asal Pademangan, Jakarta Utara.
Novita bersama 11 rekannya sengaja datang ke Monas sejak pagi untuk ikut meramaikan aksi May Day.
Mereka berangkat menggunakan sepeda motor masing-masing dan tiba sekitar pukul 08.30 WIB setelah terjebak kemacetan.
Baca juga: Massa May Day 2026 Mulai Padati Gerbang DPR RI, Lalu Lintas Dialihkan
“Kami dari Pademangan, ada 11 orang. Semua fokus di ojol, enggak ada kerja sampingan,” ujar Novita di lokasi.
Bagi Novita dan rekan-rekannya, May Day bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum menyuarakan harapan, terutama terkait potongan tarif yang dinilai memberatkan.
Ia berharap janji Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan potongan komisi aplikator menjadi di bawah 10 persen benar-benar direalisasikan.
“Kalau harapan kami, potongan itu benar-benar diturunkan jadi 10 persen, atau bahkan di bawah itu. Karena sekarang ini berat sekali,” kata dia.
Baca juga: May Day 2026, Puan Dorong Perlindungan Buruh dari PHK hingga Outsourcing
Novita mengungkapkan, selama ini pengemudi ojol tidak hanya dikenakan potongan per perjalanan sekitar 20 persen, tetapi juga tambahan biaya harian berdasarkan jumlah orderan.
“Karena saat ini kan kita ngerasa potongan double itu dari setiap orderan sama yang per 10 orderan kita harus bayar lagi Rp 20.000. Itu kalau dihitung itu semuanya lebih dari 20 persen. Jadi kalau dihitung totalnya bisa sampai 40 persen. Itu berat banget,” ujarnya.
Dalam sehari, Novita mengaku bisa menyelesaikan sekitar 20 hingga 25 orderan dari pagi hingga sore.
Namun, dengan potongan berlapis tersebut, pendapatan yang dibawa pulang jauh dari cukup.
“Setiap satu orderan kita dipotong sama kantor 20 persen. Per 10 orderan kita masih dipotong lagi 20 persen. Jadi dia diakumulasikan. 1 sampai 2 orderan dipotong Rp 3.000. 3 sampai 4 dipotong Rp 8.500. 5 sampai 6 dipotong Rp 13.500. 7, 8, 9 itu dipotong Rp 18.000,” kata Novita.
Baca juga: Antara Perayaan dan Kecemasan: Membaca Ulang Makna May Day
Sebagai seorang ibu sekaligus tulang punggung keluarga, Novita harus mencukupi kebutuhan dua anaknya yang masih bersekolah.
Anak bungsunya duduk di bangku sekolah dasar, sementara satu lainnya masih di sekolah menengah kejuruan swasta.





