MK Academy memperkuat peran dalam ekosistem industri berkelanjutan dengan mendorong pemanfaatan sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC) sebagai instrumen peningkatan daya saing bisnis. Upaya ini dilakukan melalui keterlibatan dalam ajang ARCH:ID 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan.
Sebagai FSC Promotional License Holder, MK Academy mengambil posisi strategis tidak hanya sebagai penyedia pelatihan, tetapi juga mitra implementasi bagi perusahaan yang ingin masuk ke rantai pasok material berkelanjutan.
Keterlibatan ini menargetkan pelaku industri arsitektur, manufaktur berbasis kayu, hingga pengembang properti yang menghadapi tekanan global untuk memenuhi standar keberlanjutan.
CEO MK Academy Thomas Hidayat Kurniawan menilai sertifikasi FSC kini telah bertransformasi dari sekadar kewajiban menjadi kebutuhan bisnis.
“Saat ini sertifikasi FSC bukan lagi pilihan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi perusahaan yang ingin bersaing di pasar global yang semakin menuntut standar keberlanjutan. MK Academy hadir sebagai partner end-to-end yang tidak hanya membantu proses sertifikasi, tetapi juga memastikan bahwa sertifikasi tersebut memberikan nilai bisnis nyata, baik dalam membuka akses pasar baru, meningkatkan kredibilitas perusahaan, maupun memperkuat positioning brand di industri,” ujar Thomas.
Dalam forum tersebut, MK Academy bersama mitra FSC menggelar sesi diskusi bertajuk Understanding FSC for Architects: From Certification to Construction untuk menjelaskan manfaat ekonomi dari sertifikasi.
Sertifikasi FSC dinilai memberikan sejumlah keuntungan strategis, antara lain akses ke pasar internasional, peningkatan kepercayaan pemangku kepentingan, diferensiasi produk, serta kepatuhan terhadap standar lingkungan global.
Seiring meningkatnya tuntutan keberlanjutan, perusahaan yang memiliki sertifikasi FSC cenderung memiliki posisi lebih kompetitif dalam rantai pasok global, terutama di sektor konstruksi dan material bangunan.
MK Academy menyatakan telah berpengalaman sejak 2008 dalam mendampingi perusahaan melalui proses persiapan sertifikasi, implementasi standar Forest Management (FM) dan Chain of Custody (CoC), hingga audit dan optimalisasi pemanfaatan sertifikasi untuk kebutuhan bisnis.
Melalui partisipasi di ARCH:ID 2026, MK Academy juga membuka peluang kerja sama lintas sektor untuk memperluas adopsi material berkelanjutan.
Target kolaborasi mencakup perusahaan manufaktur berbasis kayu, developer dan kontraktor, arsitek, serta konsultan desain.
Langkah ini diarahkan untuk membangun ekosistem terintegrasi yang menghubungkan proses sertifikasi, produksi, hingga implementasi di lapangan.
Dengan meningkatnya tekanan global terhadap praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), sertifikasi FSC dinilai semakin relevan sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan di sektor konstruksi dan material.
Keterlibatan MK Academy dalam forum industri tersebut mencerminkan upaya mempercepat adopsi standar keberlanjutan sekaligus memperkuat posisi industri nasional dalam rantai pasok global.





