Reshuffle Kabinet Prabowo Diprediksi Terus Berlanjut

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno memprediksi perombakan atau reshuffle kabinet di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus berlanjut ke depannya.

Hal ini seiring dengan dinamika politik yang diperkirakan semakin meningkat menjelang tahun politik.

Reshuffle itu sunnatullah. Sesuatu yang niscaya. Karena banyak faktor. Bisa karena faktor kinerja. Bisa karena faktor loyalitas. Bisa faktor karena politik. Karena kan tahun depan sudah masuk tahun politik. Bahkan jangan-jangan tahun akhir tahun ini sudah masuk tahun politik yang sesungguhnya," kata Adi dalam tayangan YouTube Gaspol Kompas.com, Jumat (1/5/2026).

Baca juga: Menafsir Reshuffle: Prabowo Dinilai Bermazhab Merangkul demi Stabilitas

Adi menyoroti, dalam satu setengah tahun pemerintahan, reshuffle sudah dilakukan sebanyak lima kali.

Jumlah ini lebih banyak dibandingkan periode pertama pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang hanya melakukan empat kali reshuffle dalam lima tahun.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa reshuffle di era Prabowo cenderung dilakukan secara bertahap atau “dicicil”.

Ia memprediksi, bukan tidak mungkin reshuffle akan kembali terjadi dalam waktu dekat, bahkan bisa berlanjut hingga beberapa tahap berikutnya.

“Jadi bagi saya ini bukan akhir dari segala-galanya. Reshuffle Kabinet jilid kelima mungkin nanti akan ada jilid ke-7, ke-8, ke-9, dan seterusnya. Mirip sinetron yang berjilid-jilid," ujar Adi.

Baca juga: Reshuffle Menteri dari Ketum Parpol Diprediksi Agak Sulit Terjadi

Adi menjelaskan, faktor politik menjadi salah satu pendorong utama.

Ia menilai dinamika antarpartai dalam koalisi akan semakin terasa ketika memasuki tahun politik.

“Partai politik sudah mulai berjuang untuk kepentingan politik masing-masing. Ambang batas parlemen, apakah ini berlaku untuk DPR pusat saja? Apakah untuk provinsi? Itu bisa menjadi pemantik bagaimana akan terjadi hubungan-hubungan yang mulai ada gimik dinamikannya yang muncul di internal koalisi pemerintah," ungkapnya.

Selain itu, faktor kinerja juga menjadi pertimbangan penting.

Adi menyinggung adanya sejumlah menteri yang belakangan menjadi sorotan publik, baik karena persoalan kinerja maupun isu lain.

Karena itu, ia mengingatkan para menteri, wakil menteri, dan kepala badan untuk tidak merasa berada di zona aman.

“Jangan pernah menganggap menteri, wakil menteri, dan kepala badan itu berada di zona nyaman, Pak. Apapun bisa terjadi. Ya namanya pembantu presiden. Suka-suka bosnya dong. Mau diganti kapan. Pokoknya jangan nyenyak-nyenyak tidurlah kau," kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut Adi, dalam sistem presidensial, keputusan reshuffle sepenuhnya berada di tangan presiden.

Oleh sebab itu, para pejabat kabinet harus siap dengan kemungkinan pergantian kapan saja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RoA 7%, Emiten Boy Thohir BFIN Kunci Laba Rp 354 Miliar di Kuartal I 2026
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kemenhub Catat 1.903 Perlintasan Kereta Belum Dijaga, Bakal Lakukan Penertiban
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Sambut Hari Buruh, Momentum Tingkatkan Kemampuan Tenaga Kerja Teknisi Terampil
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hijabers Wajib Tahu! Dokter Tirta Sebut Deterjen Bisa Picu Bruntusan
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Jumat, BMKG: Waspada hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah RI
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.