HARIAN FAJAR, JAKARTA – Sorotan dunia kini tertuju pada pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Remaja asal Gunungkidul itu mendapat pujian dari akun resmi MotoGP atas aksi “gilanya”. Veda kini fokus ke Moto3 Prancis 2026 dengan satu target besar: podium.
Balapan yang akan digelar di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei mendatang menjadi momentum penting bagi rider 17 tahun tersebut untuk membuktikan bahwa performanya bukan sekadar kejutan.
Comeback Sensasional di JerezPenampilan Veda di Moto3 Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez menjadi titik balik penting. Pembalap Honda Team Asia itu harus memulai balapan dari posisi ke-17 setelah mengalami crash saat kualifikasi.
Situasi itu sempat membuat peluangnya dipandang kecil. Namun, sejak start dimulai, Veda justru tampil tenang dan penuh perhitungan.
Dengan strategi sabar, ia menyalip satu per satu pembalap di depannya. Performa motor Honda NSF250RW yang stabil turut membantunya menembus 10 besar dalam waktu singkat.
Duel Sengit dan Mental TangguhPersaingan semakin ketat ketika Veda masuk ke grup tengah. Ia harus berduel dengan sejumlah pembalap muda potensial seperti Hakim Danish dan Valentin Perrone.
Tak gentar, Veda mampu menjaga ritme dan fokus hingga berhasil menembus lima besar. Bahkan, ia bertahan di grup depan hingga lap-lap akhir—sebuah pencapaian impresif mengingat posisi start-nya.
Namun, menjelang finis, ia disalip Alvaro Carpe dan harus puas di posisi keenam.
Meski demikian, hasil dari P17 ke P6 tetap menjadi salah satu comeback terbaik di seri tersebut.
Pujian MotoGP dan Pengakuan DuniaPenampilan gemilang Veda langsung mendapat sorotan global. Akun resmi MotoGP bahkan memberikan apresiasi khusus.
”Comeback yang luar biasa dari Veda Pratama. P17 ke P6,” tulis mereka.
Pengakuan ini menjadi bukti bahwa performa Veda tidak hanya membanggakan Indonesia, tetapi juga diakui di level dunia.
Kunci Sukses: Fokus Proses, Bukan MedaliVeda mengungkapkan bahwa keberhasilannya tak lepas dari perubahan mindset setelah gagal di kualifikasi.
”Tapi ini juga sekilas pengalaman saya dari hari Sabtu kemarin karena memang saya crash, jadi saya harus start dari posisi belakang. Mungkin kalau saya bisa start dari depan hari ini, saya yakin saya bisa fight buat podium karena juga saya punya pace yang bagus, jadi ya,” ucapnya.
Ia memilih untuk tidak terlalu memikirkan hasil akhir dan lebih fokus pada proses balapan. Pendekatan ini justru membuat performanya lebih maksimal.
Dampak ke Klasemen Moto3 2026Hasil di Jerez membawa dampak signifikan bagi posisi Veda di klasemen sementara. Ia kini mengoleksi 37 poin dan naik ke posisi keenam.
Di atasnya masih ada Maximo Quiles sebagai pemuncak klasemen, serta nama-nama seperti Adrian Fernandez dan Marco Morelli.
Persaingan papan atas pun semakin ketat, membuka peluang bagi Veda untuk terus naik jika mampu menjaga konsistensi.
Le Mans: Peluang Nyata Rebut PodiumMoto3 Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans akan menjadi ujian berikutnya. Karakter lintasan yang teknis menuntut konsistensi, sesuatu yang sudah ditunjukkan Veda di Jerez.
Dengan kepercayaan diri yang sedang tinggi dan pengalaman berharga dari seri sebelumnya, peluang untuk meraih podium kini terasa semakin realistis.
Jika mampu tampil optimal sejak sesi kualifikasi, Veda berpotensi langsung bersaing di barisan depan tanpa harus mengulang skenario start dari belakang.
Momentum Besar untuk Pembalap IndonesiaDukungan publik Indonesia dipastikan kembali mengalir deras. Veda kini bukan sekadar peserta, tetapi sudah menjadi ancaman nyata di Moto3.
Semua mata tertuju ke Le Mans pada 10 Mei. Apakah Veda Ega Pratama kembali mencetak kejutan dan meraih podium pertamanya musim ini? Momentum sudah di tangan, tinggal bagaimana ia memaksimalkannya di lintasan. (*)





