Aksi peringatan Hari Buruh Internasional digelar di kawasan Jatinangor, Sumedang, Jumat (1/5). Kegiatan ini diinisiasi Aliansi Jatinangor Bergerak yang melibatkan mahasiswa lintas kampus serta elemen masyarakat.
Massa terlihat memadati area peringatan May Day sekitar pukul 15.15 setempat.
Perwakilan aliansi sekaligus Wakil Ketua Bem Unpad, Ezra Al Bara, mengatakan aksi sengaja dipusatkan di Jatinangor setelah pihaknya melakukan dialog langsung dengan warga dalam beberapa pekan terakhir.
Ia menjelaskan, pilihan lokasi aksi dilatarbelakangi temuan di lapangan bahwa isu ketenagakerjaan sangat terasa di tingkat lokal. Mahasiswa berdialog dengan berbagai kelompok pekerja di sekitar kawasan kampus.
“Selama beberapa minggu terakhir kami berdialog dengan ibu-ibu penjaga kos, bapak-bapak kebersihan, mereka yang bertugas sebagai kasir, sampai mas-mas yang pemasangan listrik. Kami menyadari isu ketenagakerjaan itu bisa dirasakan sangat jelas di konteks lokal juga,” ujarnya saat ditemui di lokasi aksi.
Menurut Ezra, dari dialog tersebut lahir kesepahaman bahwa perjuangan buruh dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
“Ketika kita mau memperjuangkan buruh, kita bisa mulai dari lingkungan paling kecil di sekitar kita. Maka itu yang menjadi semangat besar,” ucapnya.
Ia menegaskan, gerakan di Jatinangor tetap terhubung dengan perjuangan yang berlangsung di tingkat nasional.
“Kita mendukung semangat kawan-kawan yang sekarang berjuang di DPR RI. Kawan-kawan dari KASBI, Gebrak, dan kita membersamai gerakan-gerakan itu. Tapi kita laksanakan itu di Jatinangor,” tuturnya.
Dalam aksi tersebut, massa membawa tuntutan yang dibagi ke dalam empat klaster sasaran.
“Kami menyampaikan tuntutan kepada klaster pemerintahan, klaster swasta, klaster kampus dan institusi pendidikan, dan terakhir kepada mahasiswa,” ujar Ezra.
Ia juga menyinggung pentingnya kesadaran kolektif di tengah situasi yang dinilainya memecah identitas pekerja.
“Ada upaya besar untuk mengkotak-kotakkan gerakan pekerja. Identitas buruh dikaburkan, dipisahkan, bahkan dikompetisikan dan dipolitisasi. Di sinilah kami ingin mengajak semuanya sadar bahwa kita bagian dari satu kelas yang sama,” katanya.
Aksi ini diikuti mahasiswa dari berbagai kampus di Jatinangor dan Sumedang, di antaranya Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang, Institut Teknologi Bandung, Institut Koperasi Indonesia, Universitas Sebelas April, serta Universitas Winaya Mukti.
Selain mahasiswa, sejumlah organisasi dan komunitas seperti WALHI, FK3I, warga Dago Elos, warga Sukahaji, LBH, serta jaringan pergerakan dari Kota Bandung, hadir dalam aksi tersebut.





