Proctorship Intervensi Jantung Non-Bedah Dibuka, RSUP Makassar Perkuat Kolaborasi RS Se-Sulsel

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Upaya percepatan integrasi layanan kesehatan, khususnya dalam penguatan jejaring rumah sakit di Sulawesi Selatan semakin digenjot.

Untuk itu telah dilaksanakan kegiatan pembukaan Proctorship Intervensi Jantung Non-Bedah, dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) jejaring layanan kesehatan wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

RSUP Makassar kawasan Center Point Of Indonesia, menjadi tuan rumah. Acara yang berlangsung di ruang pertemuan 7A. Jumat (1/5/2026).

Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, sebagai koordinator nasional dalam pengampuan layanan jantung.

Pelaksana Harian Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Makassar, Dr. dr. Andi Tenrisanna Devi Indira, Sp.M (K) M.Kes menjelaskan bahwa penandatanganan PKS dilakukan antara RSUP Makassar dan sejumlah RSUD kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

“Kerja sama ini merupakan tindak lanjut kebijakan Kementerian Kesehatan dalam memperkuat jejaring pengampuan layanan KJSU-KIA, termasuk layanan jantung yang menjadi prioritas nasional,” ucapnya.

RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita berperan sebagai koordinator, sementara RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo bertindak sebagai pengampu regional di kawasan Indonesia timur.

“Ini sekaligus menjadi langkah percepatan integrasi dan peningkatan kualitas layanan rujukan di wilayah Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh direktur rumah sakit dan tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran para pemangku kepentingan kata dia, dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antar fasilitas layanan kesehatan di daerah.

“Kami berharap kerja sama ini mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu layanan serta keselamatan pasien, khususnya penderita penyakit jantung,” tuturnya.

Selain penandatanganan PKS, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelaksanaan tindakan intervensi jantung non-bedah terhadap enam pasien secara bersamaan di RSUP Makassar.

“Pertemuan dilakukan di RSUP Makassar karena bersamaan dengan pelaksanaan operasi jantung untuk enam pasien,” jelasnya.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sulsel, Ardadi, menyampaikan bahwa berbagai aspek pelayanan jantung telah dipetakan, termasuk kebutuhan pendampingan pasien dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.

Ia menambahkan, monitoring pelaksanaan PKS akan terus dilakukan, mencakup pendampingan sumber daya manusia, evaluasi fasilitas, serta kesiapan layanan.

“Evaluasi lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang untuk menilai capaian kerja sama serta indikator yang perlu ditingkatkan,” ucapnya.

Perwakilan Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, dr Benny, menegaskan pentingnya penguatan layanan jantung yang terstandarisasi di seluruh rumah sakit. (wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Pejabat Kemendikbudristek Divonis 4 dan 4,5 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
• 16 jam laludetik.com
thumb
Semangat Kartini Bersama BRI: Kisah Inspiratif Cokelatin, UMKM Lokal Tebus Pasar Global
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo Tegaskan Komitmen Bangun 1 Juta Rumah untuk Pekerja Mulai Tahun Ini
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Penampakan Buruh Menyemut di Monas Jakarta, Rayakan May Day 2026
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dishub Kaji Penutupan Pelintasan Ampera Bekasi Usai Kecelakaan KRL
• 21 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.