Dishub Kaji Penutupan Pelintasan Ampera Bekasi Usai Kecelakaan KRL

kompas.com
18 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah mengkaji kemungkinan penutupan pelintasan sebidang Ampera di Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, pasca kecelakaan kereta pada Senin (27/4/2026) malam.

Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menegaskan bahwa keputusan menutup pelintasan bukanlah tujuan utama, melainkan bagian dari upaya menghadirkan keselamatan lalu lintas.

“Menutup atau tidak menutup itu bukan targetnya. Itu hanya tools. Tujuan utamanya adalah aman, selamat, tertib, dan lancar, baik bagi pengguna jalan maupun perjalanan kereta,” ujar Zeno saat ditemui di wilayah Bekasi Timur, Kamis (30/4/2026).

Baca juga: Sopir Taksi yang Terlibat Tabrakan Kereta di Bekasi Masih Berstatus Saksi, Belum Ditahan

Ia menjelaskan, kajian dilakukan secara cepat dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari lalu lintas harian rata-rata (LHR), kapasitas jalan, hingga dampak terhadap ruas lain jika pelintasan ditutup.

Zeno mengatakan, pihaknya juga menghitung potensi peningkatan volume kendaraan di sejumlah titik, di antaranya Jalan Pahlawan, kawasan Bulak Kapal, hingga underpass Nonon Sontani apabila akses Ampera benar-benar ditutup.

“Kalau satu lintasan ditutup, pasti akan menambah volume di titik lain. Itu yang harus dihitung secara matang,” kata dia.

Sebagai langkah awal, Dishub bersama PT KAI telah melakukan penanganan cepat dengan memasang palang sementara serta menambah jumlah petugas di lokasi.

Zeno mengungkapkan, saat ini petugas dishub disiagakan di sisi kanan dan kiri rel Ampera sejak pukul 05.00 hingga 22.00, dengan sistem pergantian setiap dua jam untuk memastikan pengawasan tetap optimal.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pemasangan sistem peringatan berbasis suara atau sirene sebagai upaya pencegahan.

Baca juga: 24.980 Personel Gabungan Kawal Peringatan Hari Buruh 2026 di Jakarta

Sirene tersebut rencananya dipasang sekitar 500 meter sebelum titik pelintasan guna memberikan peringatan dini kepada pengguna jalan.

“Fungsinya untuk memberikan peringatan kepada pengendara agar segera menghentikan perjalanan sebelum kereta melintas,” ujar Zeno.

Di sisi lain, Pemkot Bekasi juga mempercepat pembangunan Flyover Bulak Kapal sebagai solusi jangka panjang untuk menghilangkan perlintasan sebidang.

Menurut Zeno, proyek tersebut telah direncanakan sejak satu hingga dua tahun lalu, termasuk proses pembebasan lahan yang kini telah rampung.

“Sekarang sedang dilakukan percepatan pembiayaan infrastruktur. Pemerintah pusat, provinsi, dan kota berkomitmen untuk mempercepat pembangunan flyover,” kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menambahkan, dukungan juga datang dari pemerintah pusat, termasuk arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan aspek keselamatan di pelintasan kereta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terseret Kasus Nyetir Sambil Mabuk, Britney Spears Terancam Hukuman Tapi Bisa Lolos dari Penjara
• 19 menit lalutabloidbintang.com
thumb
Hadiri Peringatan Hari Posyandu Nasional di Aceh Utara, Ketum Posyandu Tekankan Implementasi 6 SPM
• 21 jam lalukompas.com
thumb
IFTL Award 2026: Pemimpin Keuangan Dituntut Jadi Arsitek Ekosistem di Era AI
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Said Iqbal Puji Pengesahan RUU PPRT: Terima Kasih Prabowo dan Dasco
• 8 jam laludetik.com
thumb
Pintu Keluar Monas Pasca Mayday Padat, Massa Pilih Ngadem Dulu
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.