Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memberikan apresiasi kepada pelaku industri pariwisata di Sumatera Barat yang telah berhasil membangun industri pariwisata lebih hidup dan menjadi motor perekonomian masyarakat setempat.
“Izinkan saya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, asosiasi, industri, komunitas, dan seluruh pelaku industri pariwisata atas komitmen dan kolaborasi yang telah terbangun. Ini juga menjadi momentum bagi kami untuk mendengar langsung berbagai isu, tantangan, dan kebutuhan, sehingga dapat kita kolaborasikan menjadi langkah konkret ke depan,” kata Menpar Widiyanti melalui keterangan resminya, Jumat.
Meski demikian, masih terdapat beberapa tantangan yang harus diselesaikan mulai dari kebutuhan penyusunan roadmap pariwisata sebagai panduan strategis jangka panjang, hingga dorongan kehadiran Politeknik Pariwisata guna memperkuat sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Baca juga: Kemenpar siapkan paket wisata gastronomi untuk Kota Padang
Dalam kegiatan kunjungan kerja Menteri Pariwisata itu para pelaku industri pariwisata di Desa Wisata Koto Gadang, Kabupaten Agam menyampaikan sejumlah aspirasi.
Menurut mereka tantangan datang dari beberapa aspek seperti isu pemenuhan dan peningkatan kualitas infrastruktur, kemudian mencakup penguatan pendampingan, promosi, akses pasar internasional, serta penataan sektor akomodasi pariwisata.
Menpar memastikan seluruh masukan tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Menurutnya, aksesibilitas merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan daya saing destinasi.
Baca juga: Menpar sampaikan sejumlah masukan untuk kemajuan pariwisata Mentawai
“Kami telah mendata berbagai kebutuhan yang disampaikan, karena aksesibilitas menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan kunjungan wisatawan,” kata Menpar.
Dalam aspek penataan akomodasi, Kementerian Pariwisata terus melakukan pendataan, pembinaan, edukasi, serta pengawasan terhadap pengusaha pariwisata.
Upaya ini diperkuat melalui Surat Edaran Menteri Pariwisata Nomor 4 Tahun 2025 tentang Imbauan Pendaftaran Perizinan Berusaha bagi Pengusaha Akomodasi Pariwisata.
Baca juga: Menpar nilai Bali Spirit Festival tunjukkan KI asal RI berkelas dunia
Pemerintah juga menggandeng berbagai platform online travel agent untuk memastikan seluruh merchant memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku.
Legalitas usaha ditegaskan bukan sekadar aspek administratif, melainkan jaminan terhadap standar keamanan, profesionalitas, serta kontribusi terhadap penerimaan negara dan daerah.
“Izin usaha yang sah menjadi bagian penting dalam tata kelola pariwisata. Kami terus mendorong pengusaha akomodasi yang belum berizin agar segera melengkapi perizinannya melalui sistem OSS,” ucap Menpar.
Baca juga: Menpar tekankan sinkronisasi master plan pengembangan Danau Toba
Dalam kunjungan ini, Menpar memanfaatkannya dengan mengunjungi berbagai lokasi wisata bersejarah seperti Panorama Ngarai Sianok di Bukittinggi, Lubang Jepang, terowongan bersejarah yang dibangun pada masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1942.
Selanjutnya Menpar juga mengunjungi Desa Wisata Koto Gadang, yang dikenal dengan udara sejuk, arsitektur kolonial yang masih terjaga, serta kekayaan budaya berupa kerajinan perak dan sulaman dan juga Istano Basa Pagaruyung di Kabupaten Tanah Datar, replika istana Kerajaan Pagaruyung yang menjadi simbol kejayaan budaya Minangkabau.
Baca juga: Menpar minta pengelola destinasi jaga standar amenitas dan fasilitas
“Izinkan saya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, asosiasi, industri, komunitas, dan seluruh pelaku industri pariwisata atas komitmen dan kolaborasi yang telah terbangun. Ini juga menjadi momentum bagi kami untuk mendengar langsung berbagai isu, tantangan, dan kebutuhan, sehingga dapat kita kolaborasikan menjadi langkah konkret ke depan,” kata Menpar Widiyanti melalui keterangan resminya, Jumat.
Meski demikian, masih terdapat beberapa tantangan yang harus diselesaikan mulai dari kebutuhan penyusunan roadmap pariwisata sebagai panduan strategis jangka panjang, hingga dorongan kehadiran Politeknik Pariwisata guna memperkuat sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Baca juga: Kemenpar siapkan paket wisata gastronomi untuk Kota Padang
Dalam kegiatan kunjungan kerja Menteri Pariwisata itu para pelaku industri pariwisata di Desa Wisata Koto Gadang, Kabupaten Agam menyampaikan sejumlah aspirasi.
Menurut mereka tantangan datang dari beberapa aspek seperti isu pemenuhan dan peningkatan kualitas infrastruktur, kemudian mencakup penguatan pendampingan, promosi, akses pasar internasional, serta penataan sektor akomodasi pariwisata.
Menpar memastikan seluruh masukan tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Menurutnya, aksesibilitas merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan daya saing destinasi.
Baca juga: Menpar sampaikan sejumlah masukan untuk kemajuan pariwisata Mentawai
“Kami telah mendata berbagai kebutuhan yang disampaikan, karena aksesibilitas menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan kunjungan wisatawan,” kata Menpar.
Dalam aspek penataan akomodasi, Kementerian Pariwisata terus melakukan pendataan, pembinaan, edukasi, serta pengawasan terhadap pengusaha pariwisata.
Upaya ini diperkuat melalui Surat Edaran Menteri Pariwisata Nomor 4 Tahun 2025 tentang Imbauan Pendaftaran Perizinan Berusaha bagi Pengusaha Akomodasi Pariwisata.
Baca juga: Menpar nilai Bali Spirit Festival tunjukkan KI asal RI berkelas dunia
Pemerintah juga menggandeng berbagai platform online travel agent untuk memastikan seluruh merchant memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku.
Legalitas usaha ditegaskan bukan sekadar aspek administratif, melainkan jaminan terhadap standar keamanan, profesionalitas, serta kontribusi terhadap penerimaan negara dan daerah.
“Izin usaha yang sah menjadi bagian penting dalam tata kelola pariwisata. Kami terus mendorong pengusaha akomodasi yang belum berizin agar segera melengkapi perizinannya melalui sistem OSS,” ucap Menpar.
Baca juga: Menpar tekankan sinkronisasi master plan pengembangan Danau Toba
Dalam kunjungan ini, Menpar memanfaatkannya dengan mengunjungi berbagai lokasi wisata bersejarah seperti Panorama Ngarai Sianok di Bukittinggi, Lubang Jepang, terowongan bersejarah yang dibangun pada masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1942.
Selanjutnya Menpar juga mengunjungi Desa Wisata Koto Gadang, yang dikenal dengan udara sejuk, arsitektur kolonial yang masih terjaga, serta kekayaan budaya berupa kerajinan perak dan sulaman dan juga Istano Basa Pagaruyung di Kabupaten Tanah Datar, replika istana Kerajaan Pagaruyung yang menjadi simbol kejayaan budaya Minangkabau.
Baca juga: Menpar minta pengelola destinasi jaga standar amenitas dan fasilitas





