Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan distribusi pupuk bagi petani berjalan lancar, aman, dan tersedia sesuai kebutuhan serta harga gabah tidak turun di bawah Rp6.500 per kilogram dalam kegiatan Rembuk Tani di Bengkulu.
Ia menyampaikan kunjungannya ke daerah merupakan perintah langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk memastikan kebijakan pangan berjalan efektif di lapangan.
Ia mengungkapkan, "Saya diperintah Bapak Presiden Prabowo untuk keliling daerah selama tiga hari. Pertama, memastikan pupuk lancar. Kedua, harga gabah tidak boleh di bawah Rp6.500, dan ketiga koperasi desa harus dibangun cepat agar Juli 2026 bisa kita resmikan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa berjalan dengan baik,".
Pemerintah Dorong Koperasi Desa dan Stabilitas HargaPemerintah juga mendorong percepatan pembangunan koperasi desa guna mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, perhatian diberikan pada pengelolaan sampah dan menjaga stabilitas harga sembako agar tidak mengalami kenaikan di daerah.
Zulkifli menegaskan kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya petani.
Ia mengungkapkan, "Untuk memastikan itu, saya keliling Indonesia. Alhamdulillah, tadi kita sudah dengar sendiri, harga gabah rata-rata di sini Rp6.500 per kilogram. Pupuk ada terus, tidak pernah terlambat, dan harganya masih diskon 20 persen, jadi aman, alhamdulillah,".
Irigasi dan Alih Fungsi Lahan Jadi SorotanDari hasil dialog dengan petani, masalah utama yang dihadapi adalah sistem irigasi yang belum optimal sehingga menjadi perhatian pemerintah.
Ia mengungkapkan, "Nah, memang sawah tadi, keluhan petani pertama irigasi, itu memang program prioritas. Kalau ada irigasi rusak, segera usulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan tembuskan ke Kemenko Pangan, insya Allah kita perbaiki, karena irigasi merupakan program prioritas pokok,".
Selain irigasi, Zulkifli juga menyoroti alih fungsi lahan sawah yang dinilai mengancam ketahanan pangan nasional.
Ia mengungkapkan, "Nah yang kedua tadi ada keluhan sawah beralih fungsi, itu tidak boleh lagi, sawah tidak boleh lagi berubah fungsi menjadi apapun. Yang sudah telanjur berubah mulai 2010, kalau irigasinya bagus harus diganti tiga kali luasnya, kalau airnya payau diganti dua kali, kalau tadah hujan harus ganti satu kali lahan sawah,".
Pemerintah berharap langkah-langkah tersebut dapat menjaga produktivitas pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.




