Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) menegaskan komitmennya mengawal kasus meninggalnya seorang dokter yang sedang menjalani program internship. Organisasi itu menyatakan kasus tersebut telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan untuk ditindaklanjuti melalui investigasi resmi.
Achmad Junaidi Ketua Umum IKA FK Unsri mengatakan pelaporan ke Kementerian Kesehatan sudah dilakukan dan saat ini pihaknya menunggu hasil investigasi dari pemerintah pusat.
“Prosesnya sudah kami laporkan ke pusat. Nanti Kementerian Kesehatan yang akan melakukan investigasi, jadi kita tunggu hasilnya seperti apa,” ujarnya di Palembang, Jumat.
Dokter tersebut dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang, Jumat, setelah sebelumnya bertugas dalam program internship di Rumah Sakit K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal.
Menurut Achmad Junaidi, langkah pelaporan itu merupakan hasil kesepakatan internal organisasi, namun seluruh kesimpulan tetap akan mengacu pada hasil kerja tim investigasi resmi dari Kementerian Kesehatan.
IKA FK Unsri juga belum memastikan penyebab kematian dokter tersebut karena tidak terlibat langsung dalam penanganan medis. “Kalau penyebabnya silakan ditanyakan ke dokter yang merawat. Informasinya ada dugaan infeksi paru-paru, tetapi kami tidak tahu persis karena tidak menangani langsung,” katanya.
Selain itu, dugaan perundungan di lingkungan rumah sakit juga disebut akan menjadi bagian dari proses penelusuran. “Adanya dugaan itu nanti biar diinvestigasi oleh Kemenkes,” ujarnya.
IKA FK Unsri memastikan akan terus mengawal penanganan kasus itu sampai tuntas, meski kewenangan penuh berada di tangan Kementerian Kesehatan sebagai penanggung jawab program internship.
“Kami siap mengawal sampai selesai. Namun karena program ini berada di bawah Kementerian Kesehatan, maka mereka yang akan melakukan investigasi dan menentukan hasil akhirnya,” kata Junaidi.(ant/iss)




