Jakarta, VIVA - Indonesia mulai menggeser arah kebijakan digital, dari sekadar mengadopsi teknologi menuju upaya mengendalikan dan menentukan arah pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa tantangan Indonesia saat ini tidak lagi terletak pada rendahnya adopsi teknologi, melainkan pada kemampuan mengubah optimisme publik menjadi hasil konkret yang bisa dirasakan secara luas.
“Bukan potensi, melainkan pada konversinya. Bagaimana kita mengubah antusiasme menjadi dampak nyata?” katanya di Jakarta, Kamis malam, 30 April 2026. Di tengah tingginya penerimaan masyarakat terhadap AI, di mana sekitar 76 persen warga menilai teknologi ini membawa lebih banyak manfaat dibandingkan risikonya.
“Indonesia tidak pernah kekurangan ambisi. Yang kita alami sekarang adalah kurangnya ketelitian, khususnya saat kita menavigasi era AI di mana laju perkembangan tidak menunggu siapa pun,” tutur dia.
Untuk mencapai tujuan itu, pemerintah menempatkan tata kelola sebagai pondasi utama, dengan menyiapkan peta jalan AI nasional yang berfungsi sebagai panduan strategis agar pengembangan teknologi berjalan secara etis, inklusif, dan tetap mendorong inovasi.
Lebih lanjut, Nezar Patria juga merumuskan langkah konkret yang difokuskan pada percepatan pemanfaatan AI di sektor-sektor yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memastikan kepercayaan publik tetap terjaga dan manfaat teknologi dapat diakses secara lebih merata.
“Pertama, mempercepat adopsi di tempat yang paling penting. Menerapkan AI di sektor strategis seperti kesehatan, pendidikan, dan layanan publik. Kedua, memastikan etika dan kepercayaan. Dan ketiga, memprioritaskan inklusivitas," jelas wamenkomdigi.
Di sisi lain, pemerintah melihat bahwa percepatan transformasi tidak dapat dilakukan sendiri, sehingga kolaborasi lintas sektor dan lintas negara menjadi kunci untuk mengubah ambisi menjadi hasil yang terukur.
Sementara itu, CEO Huawei Enterprise Business Indonesia, Dylan Du, menekankan bahwa memasuki era baru AI, kolaborasi yang erat dengan para mitra menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan di Indonesia.
Ia juga mendorong para mitra untuk memanfaatkan inovasi teknologi Huawei secara optimal dalam menangkap peluang bisnis baru dan menghadirkan nilai nyata bagi pelanggan di berbagai industri.





