Siapa Marsinah Sosok Pejuang yang Menuntut Hak Buruh?

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Aksi teatrikan bercerita tentang Marsinah memeriahkan May Day Fiesta dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional di Istora Senayan Jakarta, Senin (1/5/2023). Ribuan buruh turun ke jalan menyampaikan aspirasinya (Sumber: KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026) pagi. Dalam peringatan May Day itu, Prabowo mengumumkan rencana peresmian Museum Perjuangan Buruh yang akan diberi nama Museum Marsinah dan berlokasi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Siapakah Marsinah?

Marsinah merupakan aktivis buruh perempuan asal Nganjuk yang dikenal sebagai simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia. Ia lahir di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada 10 April 1969. 

Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara dan telah menghadapi cobaan sejak kecil setelah ibunya meninggal dunia saat ia berusia tiga tahun. Pendidikan Marsinah dimulai di SDN Nglundo 2, kemudian dilanjutkan ke SMPN 5 Nganjuk dan SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk. 

Baca Juga: Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah Bulan Ini

Ia dikenal sebagai sosok yang mandiri dan cerdas. Namun, keterbatasan ekonomi membuatnya tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Setelah lulus SMA, Marsinah bekerja di pabrik arloji PT Catur Putra Surya (CPS). Meski telah bekerja, ia tetap aktif mengikuti berbagai kursus untuk menambah pengetahuan. 

Ia juga memiliki minat baca yang tinggi, bahkan kerap membaca koran bekas. Ketertarikannya terhadap isu ketenagakerjaan semakin besar, sehingga ia kerap menjadi tempat bertanya bagi rekan-rekannya dan tidak ragu membela mereka ketika diperlakukan tidak adil. 

Keberaniannya ini membuat Marsinah dikenal sebagai pelopor aksi buruh di lingkungan kerjanya. Mengutip buku Seri Laporan Kasus: Kekerasan Penyidikan dalam Kasus Marsinah, sebelum ditemukan meninggal, Marsinah aktif memperjuangkan nasib 13 rekan kerjanya yang dipecat. 

Ia bahkan mendatangi Kantor Kodim Sidoarjo untuk membela mereka setelah aksi unjuk rasa yang menuntut perbaikan kondisi kerja di pabrik. Pada 2 Mei 1993, Marsinah terlibat dalam rapat perencanaan aksi mogok kerja yang kemudian dilaksanakan pada 3–4 Mei 1993. 

Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Marsinah
  • Buruh
  • Museum marsinah
  • Hak buruh
  • may day
  • hari buruh
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aksi May Day di Malaysia angkat isu pekerja hingga tolak perang
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
5 Fakta Menarik Hari Buruh yang Jarang Diketahui
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PB Akuatik Sebut Realisasi Asosiasi Polo Air Indonesia Terbentuk Paling Cepat Juni 2026
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Respons Gojek soal Prabowo Umumkan Potongan Aplikator Turun Jadi 8%
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Cerita Wiljan Pluim Akui Gajinya Tiggi di PSM Makassar Dibanding Klub Kasta Tertinggi Eredivise Belanda
• 16 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.