Cerita Wiljan Pluim Akui Gajinya Tiggi di PSM Makassar Dibanding Klub Kasta Tertinggi Eredivise Belanda

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR –FAJAR, MAKASSAR — Sepak bola kerap dipandang sebagai panggung romantisme: loyalitas, kecintaan klub, dan ikatan emosional dengan suporter. Namun di balik itu, ada realitas yang tidak bisa dihindari—soal pilihan hidup dan finansial. Itulah yang secara jujur diungkapkan oleh Wiljan Pluim, sosok yang pernah menjadi ikon PSM Makassar.

Dalam pengakuannya kepada media Belanda Algemeen Dagblad, Pluim membuka sisi lain dari keputusannya berkarier di Indonesia. Bukan semata soal petualangan atau pengalaman baru, tetapi juga soal kesejahteraan yang tidak ia dapatkan di tanah kelahirannya.

“Saya sangat merindukan istri dan anak-anak saya di Belanda. Dalam hal itu juga, kembali ke sana tidak akan buruk sama sekali. Tetapi, saya tidak akan pernah mendapatkan jumlah uang di Belanda seperti yang saya dapatkan di Indonesia,” ujar Pluim.

Pernyataan itu sederhana, tetapi sarat makna. Ia menggambarkan dilema yang sering dihadapi pesepak bola profesional: memilih antara kedekatan keluarga atau stabilitas finansial.

Karier Pluim sendiri dimulai dari kompetisi tertinggi Belanda, Eredivisie. Ia pernah memperkuat sejumlah klub seperti Vitesse Arnhem, Roda JC Kerkrade, PEC Zwolle, hingga Willem II.

Namun perjalanan karier tidak selalu berjalan mulus. Pada 2015, ia sempat tanpa klub selama beberapa bulan—fase yang sering menjadi titik refleksi bagi banyak pemain. Dari situ, Pluim mengambil langkah berani: merantau ke Asia Tenggara dengan bergabung ke klub Vietnam, Becamex Binh Duong.

Keputusan itu menjadi titik balik.
Setahun berselang, ia datang ke Indonesia dan bergabung dengan PSM Makassar. Di sinilah kariernya menemukan bentuk terbaik. Bukan hanya sebagai pemain asing, tetapi sebagai figur sentral yang mengangkat performa tim.

Selama membela PSM, Pluim mencatatkan 47 gol dan 51 assist dari 178 penampilan. Angka yang tidak hanya menunjukkan produktivitas, tetapi juga konsistensi. Ia menjadi otak permainan, pemimpin di lapangan, sekaligus simbol kebangkitan klub.

Kontribusinya berbuah manis. PSM berhasil meraih Piala Indonesia 2019 dan gelar liga musim 2022/2023. Dua pencapaian yang menegaskan status Pluim sebagai salah satu pemain asing paling berpengaruh dalam sejarah klub.

Namun lebih dari statistik, ada hal lain yang membuat kisah Pluim terasa berbeda: keterikatannya dengan Makassar.

“Setelah bertahun-tahun, Indonesia sekarang jauh lebih tidak asing bagi saya. Makassar bahkan mulai terasa seperti rumah kedua,” tuturnya.

Kalimat itu menjadi penutup yang reflektif. Dari keputusan yang awalnya didorong oleh pertimbangan finansial, tumbuh sebuah hubungan emosional yang tidak terduga.

Kisah Pluim juga membuka perspektif yang lebih luas tentang peta sepak bola global. Bahwa kompetisi di Asia, termasuk Indonesia, kini mampu menawarkan daya tarik finansial yang kompetitif—bahkan bagi pemain yang berasal dari liga Eropa.

Namun tentu saja, pilihan tersebut tidak datang tanpa konsekuensi. Jarak dengan keluarga, perbedaan budaya, hingga adaptasi lingkungan menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Pluim memilih untuk menjalani itu semua.
Dan hasilnya terlihat jelas: bukan hanya kesuksesan di lapangan, tetapi juga warisan yang ditinggalkan. Ia tidak sekadar datang dan pergi, tetapi meninggalkan jejak yang akan diingat oleh suporter.

Kariernya kemudian ditutup bersama Borneo FC Samarinda pada musim 2023/2024. Sebuah akhir yang mungkin tidak terlalu disorot, tetapi tetap menjadi bagian dari perjalanan panjangnya di Indonesia.

Pada akhirnya, kisah Wiljan Pluim adalah tentang pilihan. Tentang bagaimana seorang pemain menimbang antara logika dan perasaan, antara rumah dan kesempatan, antara kenyamanan dan ambisi.

Dan di antara semua itu, ia menemukan satu hal yang tidak selalu bisa diukur dengan angka: tempat yang terasa seperti rumah kedua.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mobil Bekas Rp50 Jutaan Awet Irit dan Bandel!
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Foto: Sean Gelael Siap untuk Jalani GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Pasar Jaya prioritaskan pengawasan kebersihan sampah di pasar
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
15 Tahun Jadi Buruh Harian Lepas, Maya Tuntut Kepastian Status hingga Jaminan Kesehatan
• 10 menit laluokezone.com
thumb
Polisi Masih Dalami Laporan Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Mantan Istri Andre Taulany
• 7 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.