Ketua Komisi VIII Soroti Banyak Koper Jemaah Haji Rusak: Ini Vital, Harus Ganti!

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang merespons temuan koper jemaah haji yang rusak saat tiba di Tanah Suci. kumparan menerima laporan sedikitnya 39 koper dalam kondisi rusak, mulai dari bodi pecah, roda patah, ritsleting rusak, hingga handle lepas.

Marwan menyayangkan insiden tersebut, terlebih penyelenggaraan haji 2026 untuk pertama kalinya ditangani Kementerian Haji dan Umrah.

"Ya pertama kita sangat menyayangkan di penuh harapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dimulai oleh Kementerian Haji supaya lebih baik, malah hal yang remeh-temeh kok menjadi amburadul. Sekalipun remeh-temeh urusannya, tapi fungsinya sangat vital sekali karena ini perbekalan jemaah, pakaian selama 40 hari. Sebagian besar jemaah kita tidak bisa mengganti pakaiannya kalau koper itu sampai menjadikan isinya tercecer. Itu patut disesalkan," kata Mawran saat dikonfrmasi, Jumat (1/5).

Marwan menjelaskan, Komisi VIII telah mengingatkan sejak jauh hari agar insiden serupa dapat diantisipasi. Menurutnya, tanggung jawab tetap berada pada Kementerian Haji, termasuk jika koper disediakan pihak maskapai.

"Ya kami tidak tahu itu mau dari maskapai, mau dari mana, mau siapa pihak ketiganya, kan enggak paham kita. Mau dari maskapai pun, kan tetap tanggung jawabnya Kementerian Haji. Jangankan koper dari penerbangan, penerbangannya sendiri kan dia kontrak itu," kata Marwan.

"Kalau memang ini dibebankan kepada penerbangan, kenapa Haji tidak melakukan sedeteksi mungkin potensi-potensi yang seperti ini? Karena dahulu pun sudah pernah terjadi yang kopernya sobeklah, yang apa lah. Akhirnya kita ganti kopernya bukan yang kain lagi kan, pakai yang plastik," tambah dia.

Kualitas Koper Disorot

Politikus PKB itu mengaku telah melihat foto-foto koper rusak yang beredar. Ia mempertanyakan kualitas koper haji tahun ini.

"Tapi kok sekarang melihat foto-foto yang pecah, koyak, copot, itu kan kualitasnya jadi sangat jauh. Biasanya koper kalau satu-dua kali masih tahan, ini sekali saja sudah pecah ini fatal sekali," kata Marwan.

"Kami sudah mencatat ini evaluasi nanti pada saat... satu tentu akan dipertanyakan pada saat pengawasan di Saudi. Kita akan meminta pada saat evaluasi di Saudi itu harus diganti kopernya. Jangan biarkan jemaah menderita gara-gara kopernya hancur," tambah dia.

Diminta Segera Diganti

Marwan menegaskan, kerusakan koper harus disertai tanggung jawab. Ia menyebut ada dua opsi yang dapat dilakukan, yakni maskapai mendatangkan koper baru atau membeli di Arab Saudi.

"Ya itu dia. Karena kami tidak tahu seperti apa, kami tahu harus diganti. Bisa tanggung jawab Garuda mendatangkan kembali atau dibeli di sana. Opsinya hanya itu saja. Karena itu, kalau ini tidak terlaksana tentu menjadi catatan besar bagi Komisi VIII dari persiapan yang sebetulnya kurang matang," kata Marawan.

Ia juga menyoroti pernyataan Menteri Haji Irfan Yusuf yang mengakui adanya persoalan dalam penyelenggaraan haji. Menurutnya, jika masalah sudah terdeteksi, seharusnya dapat diantisipasi sejak awal.

"Ini saya kira sudah ada tanda-tanda. Kami juga sudah bolak-balik menyampaikan itu; hal-hal kecil tapi vital harus segera diwanti-wanti dan dipersiapkan dengan baik," kata Marawan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kekurangan Pekerja, Maskapai Jepang Uji Coba Pakai Robot di Bandara
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kemenhaj: Tiga WNI Ditangkap di Saudi Petugas Haji Tenaga Pendukung Direkrut di Jeddah
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Demo May Day 2026 di DPR, Polisi Sebut Pimpinan DPR Akan Terima Perwakilan Massa
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Said Iqbal Puji Pengesahan RUU PPRT: Terima Kasih Prabowo dan Dasco
• 17 jam laludetik.com
thumb
10 Negara dengan Konsumsi Batu Bara Terbesar, Ternyata AS Rakus!
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.