Jakarta: Artificial Intelligence (AI) kini semakin berkembang dan canggih, terbaru membuat gambar hingga meniru suara manusia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap penipuan menggunakan AI yang marak dan menimbulkan kerugian.
Mengutip dari akun resmi @ojkindonesia, OJK menjelaskan AI dapat meniru suara hanya dengna menggunakan sampel suara yang singkat. Nantinya AI akan menganalisis mulai dari nada, cara bicara, hingga aksen diri, lalu akan menghasilkan suara yang mirip seperti sampel.
Siapa pun dapat menggunakan suara orang lain melalui telepon dan terdengar sangat natural. Bahayanya adalah kepada pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakan suara tiruan untuk tindakan penipuan.
Contohnya, pelaku penipuan akan menelepon korban dengan menggunakan suara tiruan yang mirip suara orang terdekat korban. Lalu, pelaku akan melakukan aksinya yang berujung meminta transfer dana atau yang berhubungan dengan kerugian korban.
Baca juga: Mendadak Ditagih Pinjol? Simak Cara Cek NIK KTP Disalahgunakan atau Tidak
(Ilustrasi logo OJK. Foto: dok MI)
Mencegah penipuan
OJK memberikan saran kepada masyarakat untuk antisipasi dari modus penipuan tersebut, yaitu:
- Kenali nomor yang telepon, jika nomor asing sebaiknya tidak diangkat.
- Jangan pernah beri tahu kode PIN.
- Jangan pernah kasih kode OTP.
- Jangan pernah memberi data rekening.
Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dengan tindakan modus versi modern. Pentingnya senantiasa berfikir rasional agar bisa mengenali suara AI atau suara asli terdekat.
Apabila menemukan indikasi penipuan, segera lapor ke Indonesia Anti-Scam Center (IASC) atau di laman www.iasc.ojk.go.id. Jangan sampai menunggu banyak korban atau bahkan menjadi korban. (Adrian Bachtiar)




