Negosiasi Sempat Terhenti, Iran Kirimkan Proposal Damai Terbaru ke AS

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Negosiasi perdamaian Iran dan Amerika Serikat (AS) sempat terhenti. Iran saat ini telah mengirimkan proposal terbaru untuk memulai negosiasi lanjutan dengan AS.

"Republik Islam Iran menyampaikan teks proposal negosiasi terbarunya kepada Pakistan, sebagai mediator dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat, pada Kamis malam," bunyi keterangan kantor berita Republik Iran, IRNA, dilansir AFP, Jumat (1/5/2026).

Belum diketahui poin-poin yang dimasukkan Iran dalam proposal terbarunya kepada AS. Pihak AS juga belum memberikan tanggapan.

Baca juga: Iran Ungkap Mojtaba Khamenei Sehat, Beri Instruksi soal Negosiasi dengan AS

Iran dan AS sempat mengadakan satu putaran pembicaraan di tengah gencatan senjata setelah hampir 40 hari perang yang meletus pada 28 Februari.

Pembicaraan kemudian terhenti karena AS memberlakukan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran. Pihak Iran sendiri bersikukuh tetap menutup Selat Hormuz dan hanya mengizinkan sedikit kapal melewati jalur air tersebut sejak awal perang.

Pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan panggilan telepon dengan rekan-rekannya dari Arab Saudi, Qatar, Turki, Irak, dan Azerbaijan. Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan isi telepon itu membahas "inisiatif terbaru Republik Islam untuk mengakhiri perang."

Sementara di AS, pemerintahan Donald Trump mengklaim perang di Iran telah berakhir karena gencatan senjata yang dimulai pada awal April lalu. Hal itu diinterpretasikan Gedung Putih untuk 'menghindari' kebutuhan untuk meminta persetujuan Kongres.

Baca juga: Polisi Turki Tembakkan Gas Air Mata dan Tangkap Puluhan Orang di Hari Buruh

Dilansir AFP, pernyataan tersebut memperkuat argumen yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth selama kesaksian di Senat pada Kamis sebelumnya. Ia mengatakan gencatan senjata secara efektif menghentikan perang.

Berdasarkan alasan tersebut, pemerintahan Trump disebut belum memenuhi persyaratan yang diamanatkan oleh undang-undang tahun 1973 untuk meminta persetujuan resmi dari Kongres untuk tindakan militer yang berlangsung lebih dari 60 hari.

Seorang pejabat senior pemerintahan yang berbicara secara anonim, mengatakan "permusuhan yang dimulai pada hari Sabtu, 28 Februari telah berakhir." Pejabat itu mengatakan militer AS dan Iran belum saling baku tembak sejak gencatan senjata dua minggu yang dimulai pada 7 April.

Hal senada juga disampaikan pejabat senior pemerintahan Trump kepada AFP. Pemerintahan Trump berpendapat batas waktu 60 hari untuk meminta otorisasi secara efektif dihentikan sementara oleh gencatan senjata yang diumumkan bulan lalu.

Baca juga: Wanti-wanti Iran ke AS soal Babak Baru Perang Bakal Jadi Bencana

"Untuk tujuan Resolusi Kekuatan Perang, permusuhan yang dimulai pada hari Sabtu, 28 Februari telah berakhir," kata seorang pejabat senior pemerintahan, dilansir AFP.




(ygs/lir)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aung San Suu Kyi Dipindah ke Tahanan Rumah
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Ditopang Bisnis Pengolahan Limbah, TBS Energi (TOBA) Balik Posisi Arus Kas Jadi Positif
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Iran Kirim Proposal Baru untuk AS lewat Pakistan
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Bus Jemaah Haji Kecelakaan saat City Tour Jabal Magnet Madinah, 2 KBIHU Bakal Disanksi
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Dampak Besar Mundurnya Megawati Hangestri dari Timnas Voli Putri Indonesia jelang Turnamen Internasional
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.