JAKARTA, KOMPAS.TV - Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi terhadap lima pemain Bhayangkara FC U20 karena terlibat kekerasan dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U20 lawan Dewa United beberapa waktu lalu.
Kelima pemain yang disanksi Komdis PSSI adalah Fadly Alberto, Aqilah Lissunah Aljundi, Afrizal Riqh, Ahmad Catur, serta M. Mufdi Iskandar. Kelimanya dijatuhi sanksi larangan bermain selama satu hingga tiga tahun.
Fadly Alberto yang melakukan "tendangan kungfu" terhadap pemain Dewa United U20, Rakha Nurkholis, dijatuhi sanksi tiga tahun. Tindakan Fadly sempat viral di media sosial dan membuat eks penggawa Timnas U17 tersebut dikritik berbagai pihak.
Sementara itu, Aqilah Lissunah Aljundi, Afrizal Riqh, dan Ahmad Catur dijatuhi sanksi larangan bermain dua tahun. Sedangkan Mufdi Iskandar dikenakan hukuman satu tahun.
Baca Juga: Timnas U17 Indonesia Resmikan Skuad di Piala Asia U17 2026, Ada Tiga Pemain Diaspora Bergabung
Selain pemain, Komdis PSSI juga menyanksi salah satu ofisial tim, yakni Muklis Hadi Ning. Muklis dilarang mendampingi tim selama empat pertandingan.
Manajer Bhayangkara FC U20 Yongky Pandu Pamungkas menyatakan pihaknya menghormati keputusan Komdis PSSI. Namun, Yongky menilai terdapat sejumlah hal yang perlu dikaji ulang.
Yongky mempertanyakan durasi sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI terhadap pemain muda Bhayangkara FC. Ia juga menyebut Komdis sepatutnya mempertimbangkan skuad Bhayangkara U20 juga terdampak dalam insiden ini.
"Terutama terkait durasi sanksi yang dijatuhkan kepada pemain," kata Yongky dikutip dari Antara.
"Termasuk kondisi di mana beberapa pemain kami juga berada dalam posisi sebagai pihak yang terdampak."
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- bhayangkara u20
- fadly alberto
- tendangan kungfu
- komdis pssi
- pssi sanksi bhayangkara u20





