Banjarmasin (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Kalimantan Selatan, Dr H Eddy Khairani memastikan layanan bagi jamaah calon haji (JCH) katagori lansia, uzur dan disabilitas prioritas utama di Embarkasi Banjarmasin pada musim haji tahun 1447 H / 2026 M.
"Kita pastikan berjalan sesuai alur yang telah ditetapkan," ujarnya di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Kota Banjarbaru, Jumat.
Bahkan untuk memastikan itu, dia turun langsung ke lapangan guna memantau secara menyeluruh proses pelayanan, mulai dari asrama haji hingga bandara.
Dia menyampaikan apresiasi atas dedikasi tim layanan khusus yang dinilai telah bekerja luar biasa, meskipun harus mengorbankan waktu istirahat demi mendampingi jamaah prioritas. Karena setiap kloter terdapat banyak jamaah prioritas.
Baca juga: Kakanwil: JCH asal Sulut didominasi lanjut usia
"Kami melihat langsung bagaimana petugas memberikan pendampingan sejak di asrama hingga proses boarding di pesawat. Ini bukan pekerjaan ringan, tetapi mereka menjalankannya dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Eddy menegaskan, sistem pendorongan jamaah prioritas telah ditata dengan baik, mulai dari pengaturan waktu keberangkatan, giliran naik bus, hingga proses masuk ke dalam pesawat.
"Penataan waktu pendorongan, alur naik bus, sampai boarding semuanya sudah berjalan tertib dan memberikan kenyamanan. Ini penting agar jamaah tidak merasa terburu-buru atau kelelahan," ujarnya.
Dia menambahkan, evaluasi langsung dari jamaah menjadi indikator penting dalam menilai kualitas layanan.
Baca juga: Jamaah calon haji Indonesia mulai jalani umrah wajib
"Kami sempat berbincang dengan beberapa jamaah prioritas di lapangan, dan mereka menyampaikan rasa nyaman serta terbantu dengan layanan yang diberikan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan," katanya.
Eddy juga mengingatkan seluruh petugas agar tetap menjaga standar layanan dengan pendekatan yang humanis dan penuh empati.
"Jangan hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga sentuhan kemanusiaan. Jamaah lansia dan disabilitas membutuhkan perhatian lebih, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara psikologis,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung kelancaran layanan jamaah prioritas.
"Kolaborasi antarpetugas, baik dari layanan khusus, transportasi, maupun kesehatan harus terus diperkuat. Dengan kerja tim yang solid, pelayanan akan semakin optimal," katanya.
Embarkasi Banjarmasin memberangkatkan sebanyak 19 kloter JCH dari Kalsel dan Kalteng pada 2026 dengan total 6.822 calon haji.
Baca juga: PPIH Medan minta petugas haji utamakan pelayanan ibadah di Tanah suci
"Kita pastikan berjalan sesuai alur yang telah ditetapkan," ujarnya di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Kota Banjarbaru, Jumat.
Bahkan untuk memastikan itu, dia turun langsung ke lapangan guna memantau secara menyeluruh proses pelayanan, mulai dari asrama haji hingga bandara.
Dia menyampaikan apresiasi atas dedikasi tim layanan khusus yang dinilai telah bekerja luar biasa, meskipun harus mengorbankan waktu istirahat demi mendampingi jamaah prioritas. Karena setiap kloter terdapat banyak jamaah prioritas.
Baca juga: Kakanwil: JCH asal Sulut didominasi lanjut usia
"Kami melihat langsung bagaimana petugas memberikan pendampingan sejak di asrama hingga proses boarding di pesawat. Ini bukan pekerjaan ringan, tetapi mereka menjalankannya dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Eddy menegaskan, sistem pendorongan jamaah prioritas telah ditata dengan baik, mulai dari pengaturan waktu keberangkatan, giliran naik bus, hingga proses masuk ke dalam pesawat.
"Penataan waktu pendorongan, alur naik bus, sampai boarding semuanya sudah berjalan tertib dan memberikan kenyamanan. Ini penting agar jamaah tidak merasa terburu-buru atau kelelahan," ujarnya.
Dia menambahkan, evaluasi langsung dari jamaah menjadi indikator penting dalam menilai kualitas layanan.
Baca juga: Jamaah calon haji Indonesia mulai jalani umrah wajib
"Kami sempat berbincang dengan beberapa jamaah prioritas di lapangan, dan mereka menyampaikan rasa nyaman serta terbantu dengan layanan yang diberikan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan," katanya.
Eddy juga mengingatkan seluruh petugas agar tetap menjaga standar layanan dengan pendekatan yang humanis dan penuh empati.
"Jangan hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga sentuhan kemanusiaan. Jamaah lansia dan disabilitas membutuhkan perhatian lebih, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara psikologis,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung kelancaran layanan jamaah prioritas.
"Kolaborasi antarpetugas, baik dari layanan khusus, transportasi, maupun kesehatan harus terus diperkuat. Dengan kerja tim yang solid, pelayanan akan semakin optimal," katanya.
Embarkasi Banjarmasin memberangkatkan sebanyak 19 kloter JCH dari Kalsel dan Kalteng pada 2026 dengan total 6.822 calon haji.
Baca juga: PPIH Medan minta petugas haji utamakan pelayanan ibadah di Tanah suci





