PosIND meresmikan implementasi Mesin Sortir Robotik di Sentral Pengolahan Pos (SPP) Yogyakarta sebagai bagian dari transformasi logistik berbasis otomasi dan digitalisasi. SPP Yogyakarta menjadi titik ketiga penerapan teknologi tersebut setelah sebelumnya diimplementasikan di SPP Surabaya dan SPP Jakarta.
Peresmian penggunaan Mesin Sortir Robotik di SPP Yogyakarta dilakukan pada 30 April 2026 oleh Direktur Utama PosIND Daud Joseph didampingi Direktur Operasi PosIND Donny Maya Wardhana. Acara ini juga dihadiri jajaran manajemen pusat dan regional, termasuk EVP beserta deputi EVP, Deputi OVP Regional 4 Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, EGM KCU Yogyakarta, serta OGM SPP Yogyakarta.
Direktur Utama PosIND Daud Joseph mengatakan peresmian teknologi tersebut bukan sekadar pembaruan alat kerja, melainkan bagian dari transformasi strategis perusahaan dalam memperkuat peran di sektor logistik nasional.
“Saat ini Pos Indonesia sedang disiapkan untuk menjadi Holding Company Logistik di Indonesia, karenanya kita dituntut untuk membangun infrastruktur yang tangguh, efisien, serta terintegrasi secara digital,” ujar Daud Joseph, Jumat (1/5/2026).
Implementasi teknologi robotik ini menandai bahwa SPP Yogyakarta telah terdigitalisasi dan terotomasi secara penuh. Fasilitas tersebut kini didukung 45 unit robot dengan kapasitas sortir mencapai 3.000 kiriman per jam.
Sistem sortir robotik ini menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID), yakni teknologi nirkabel yang dirancang untuk mempercepat efisiensi alur kerja, khususnya dalam proses loading dan unloading kiriman.
Selain itu, perpindahan barang di area operasional juga didukung sistem konveyor untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses distribusi.
Direktur Operasi PosIND Donny Maya Wardhana mengatakan pemanfaatan teknologi robotik tidak hanya mempercepat proses pengiriman dan meminimalkan human error, tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya operasional.
“Harapannya teknologi ini akan meningkatkan kepastian layanan bagi pelanggan dan berdampak pada peningkatan volume kiriman,” ujar Donny.
Pemanfaatan Mesin Sortir Robotik untuk mendukung peningkatan layanan pengiriman mulai diterapkan PosIND sejak November 2024. Setelah lebih dulu digunakan di Surabaya dan Jakarta, implementasi di Yogyakarta memperluas jaringan otomasi PosIND di titik-titik distribusi utama nasional.
Baca Juga: Kunjungan Komisi VI DPR RI: Pos Indonesia Ungkap Jurus Percepat Distribusi Nasional
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pos Indonesia memenuhi mandat Danantara Indonesia dalam konsolidasi sejumlah BUMN logistik ke bawah naungan Pos Indonesia.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, menekan biaya logistik nasional, serta mendorong integrasi layanan logistik antarbadan usaha milik negara dalam satu ekosistem yang lebih terhubung.





