Pasar Seni Kian Tumbuh, AXA Hadirkan Asuransi Fine Art & Collections di Indonesia

bisnis.com
1 bulan lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pasar seni rupa global dan domestik terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kebutuhan perlindungan terhadap koleksi karya seni bernilai tinggi belum sepenuhnya terakomodasi.

Laporan Art Basel & UBS Global Art Market Report 2026 mencatat nilai penjualan seni global mencapai sekitar US$59,6 miliar pada 2025, meningkat setelah dua tahun penurunan meski masih di bawah puncak 2022. 

Seiring perkembangan tersebut, karya seni tidak lagi dipandang sekadar objek estetika, melainkan aset dengan nilai ekonomi dan personal yang kompleks, sehingga membutuhkan pendekatan perlindungan yang berbeda.

Di Indonesia, tren serupa terlihat dari meningkatnya aktivitas pameran seperti Art Jakarta Papers dan Art Jakarta Gardens pada awal 2026 yang menarik gelombang kolektor baru, terutama dari kalangan muda.

Direktur Artistik Art Jakarta Enin Supriyanto mengatakan kemunculan kolektor baru menjadi fenomena yang menandai perubahan struktur pasar.

"Sejak pertama kali dihelat seiring pandemi Covid-19, banyak sekali orang baru, kami enggak kenal, enggak masuk rekod kami sebagai kolektor," katanya.

Baca Juga

  • Dibalik Perpanjangan Waktu, Upaya Industri Asuransi Tingkatkan Kualitas Pelaporan
  • Tugu Insurance Tunjuk Clifford Patrick Wuisan & Ony Suprihartono Jadi Komisaris
  • Ada Saham Anak Soeharto, Tugure: Merger ke Reasuransi Danantara Masih Kajian

Kondisi ini mempertegas kebutuhan akan perlindungan khusus terhadap karya seni yang tidak dapat disamakan dengan aset konvensional dan belum sepenuhnya dijawab oleh skema asuransi yang ada.

Menjawab kebutuhan tersebut, AXA Insurance Indonesia meluncurkan produk Fine Art & Collections Insurance yang dirancang untuk melindungi berbagai jenis karya seni dan koleksi bernilai tinggi.

Presiden Direktur AXA Insurance Indonesia Laurent Bourson mengatakan segmen karya seni memiliki karakteristik risiko yang berbeda dibandingkan aset lainnya.

“Kami melihat segmen karya seni dan aset bernilai tinggi sebagai area yang membutuhkan perlindungan spesifik. Oleh karena itu diperlukan cara untuk menjaga nilai karya seni dan koleksi berharga secara berkelanjutan,” ujarnya.

Produk ini mencakup perlindungan untuk lukisan, patung, keramik, hingga benda bernilai tinggi seperti buku antik, perhiasan, jam tangan, dan busana koleksi.

Chief Executive Officer Asia AXA XL Sylvie Gleises menambahkan pengalaman global menjadi dasar dalam menghadirkan perlindungan tersebut, termasuk dalam pengelolaan risiko dan penanganan klaim yang dipersonalisasi.

“Komitmen kami bukan hanya menyediakan asuransi, tetapi juga berperan aktif dalam melindungi nilai karya seni dan menjaga warisan budaya melalui jaringan ahli seni rupa global,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Bantah Terima Suap Rp 4,85 Miliar
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
DPRD DKI Desak Pramono Percepat Penataan SJUT Usai Siswi SMAN 6 Tewas akibat Kabel Menjuntai
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Beda Pengakuan Polda Jabar dan Mantan Bos Soal Taufik Hidayat, Ditangkap atau Menyerahkan Diri?
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Program Magang Nasional Dibuka Lagi, Simak Cara Daftar dan Syaratnya!
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Membongkar Kekuatan Tersembunyi Manusia yang Masih Sulit Ditiru oleh AI
• 23 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.