WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut pihaknya berpotensi melanjutkan perang dengan Iran. Hal ini disampaikan Trump seiring perundingan AS-Iran yang masih buntu.
"Saya belum tahu apakah kami membutuhkannya (melanjutkan perang). Kami mungkin membutuhkannya," kata Trump di Gedung Putih, Washington, Kamis (30/4/2026).
Trump mengeklaim pihak Iran menginginkan kesepakatan damai. Namun, Presiden AS itu menyebut perundingan terhambat karena terjadi perpecahan di dalam pemerintah Iran.
"Kami memiliki masalah karena tidak ada yang tahu pasti siapa pemimpin mereka sebenarnya," kata Trump dikutip Al Jazeera.
Baca Juga: Presiden Iran Sebut Sulit Kembali Percaya AS, Merasa Telah Dibohongi Dua Kali
Pemerintah AS dan Iran diketahui belum kembali berunding sejak Trump memperpanjang gencatan senjata secara sepihak pada 22 April lalu.
Sebelumnya, Iran dilaporkan mengirimkan proposal perdamaian ke AS dengan syarat perundingan nuklir akan ditunda hingga akhir perang. Namun, Gedung Putih dilaporkan tidak puas dengan proposal tersebut.
Di lain sisi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pihaknya kini sulit mempercayai AS dalam perundingan. Pezeshkian menyoroti dua serangan AS yang dilakukan ketika kedua pihak tengah berunding.
Serangan pertama AS-Israel pada Juni 2025 lalu disebut diluncurkan saat Iran tengah terlibat perundingan nuklir. Kemudian, Pezeshkian menyebut serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026 lalu juga terjadi di tengah perundingan nuklir.
"Selama proses negosiasi, AS dan rezim Zionis menyerang Iran dua kali dan ada kemungkinan hal itu terjadi lagi, yang menyebabkan Iran kehilangan kepercayaan sepenuhnya terhadap Amerika Serikat,” kata Pezeshkian dikutip kantor berita IRNA.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- perang iran
- iran
- trump lanjutkan perang
- donald trump
- perundingan as iran





