VIVA –Iran dilaporkan telah mengajukan proposal baru kepada Pakistan selaku mediator untuk disampaikan dalam perundingan dengan Amerika Serikat. Langkah ini bertujuan mengakhiri perang yang melibatkan AS dan Israel terhadap Republik Islam tersebut.
Menurut laporan Islamic Republic News Agency, Teheran menyerahkan teks rencana terbarunya kepada Pakistan pada Kamis malam, waktu setempat.
Dalam wawancaranya seperti dikutip dari laman presstv.ir, Jumat 1 Mei 2026, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa penghentian perang dan terciptanya perdamaian yang berkelanjutan menjadi prioritas utama Teheran dalam negosiasi dengan AS.
Sebagai informasi, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Dalam serangan tersebut, Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas, sementara sejumlah fasilitas nuklir, sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil juga menjadi sasaran.
Sebagai balasan, angkatan bersenjata Iran melancarkan lebih dari 100 gelombang serangan dalam operasi yang disebut Operation True Promise 4. Serangan itu melibatkan ratusan rudal balistik dan hipersonik, serta drone yang diarahkan ke pangkalan militer AS di kawasan Asia Barat dan posisi Israel di wilayah pendudukan.
Pada 8 April, atau 40 hari sejak perang dimulai, gencatan senjata sementara yang dimediasi oleh Pakistan mulai berlaku. Iran dan AS kemudian menggelar satu putaran perundingan intensif di Islamabad pada 11 April untuk mencari kesepakatan permanen. Namun, setelah berlangsung selama 21 jam, pembicaraan berakhir tanpa hasil. Iran menyebut hal itu disebabkan oleh “tuntutan berlebihan” dari pihak Washington.
Presiden AS, Donald Trump, pada 21 April menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut akan diperpanjang tanpa batas waktu.
Para pejabat Iran menegaskan bahwa Washington harus terlebih dahulu mencabut blokade yang mereka sebut ilegal terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebelum putaran negosiasi baru dimulai.
Teheran juga menegaskan, selama blokade itu masih berlaku, mereka tidak akan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Di sisi lain, blokade AS terhadap pelabuhan Iran disebut belum berhasil mencapai tujuannya, yakni memutus pemasukan Iran dari sektor minyak.





