HARIAN FAJAR, BANDAR LAMPUNG- Persib Bandung mengalahkan Bhayangkara FC 4-2 pada pekan ke-30 Super League, Kamis (30/4/2026) di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung. Kemenangan ini membawa Persib kembali ke puncak klasemen, menggeser Borneo FC. Di balik hasil positif tersebut, Kapten Persib Marc Klok bongkar “horornya” ruang ganti saat jeda babak pertama. Pelatih Bojan Hodak marah yang justru membangkitkan semangat pemain membalikkan keadaan.
Persib sempat tertinggal 0-2 di babak pertama akibat gol cepat dari penyerang Bhayangkara, Hendri Doumbia pada menit ke-6 dan Moussa Sidibe di menit ke-26. Namun, Federico Barba berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 jelang turun minum, memberikan secercah harapan bagi Maung Bandung.
Sementara itu, di babak kedua, Persib bangkit dengan semangat juang tinggi. Berguinho menyamakan skor 2-2 memanfaatkan crossing dari Layvin Kurzawa. Selanjutnya, Beckham Putra membawa Persib berbalik unggul 3-2 pada menit ke-60, dan Adam Alis menutup kemenangan dengan gol pada menit ke-88.
Bojan Hodak Mengubah Atmosfer TimMarc Klok, mengungkapkan bahwa jeda babak pertama menjadi momen penting perubahan mental tim. Pelatih Bojan Hodak marah dan berteriak di ruang ganti, membuat suasana menjadi tegang dan memaksa pemain merenungkan kelayakan mereka untuk menjadi juara musim ini.
“Sangat simpel, coach Bojan sampai teriak, dia marah, jika Anda ingin jadi juara Anda harus perlihatkan bahwa Anda pantas mendapatkannya,” jelas Klok saat ditemui usai laga. “Jika Anda tidak mendapatkannya (juara) maka Anda memang bermain seperti tidak sepantasnya mendapatkannya, hasilnya tidak akan berjalan sesuai keinginan Anda,” tambahnya.
Kemarahan tersebut membakar semangat tim di babak kedua. “Jadi hanya ada satu reaksi, yaitu memberikan segalanya di lapangan. Menunjukkan bahwa Anda layak bermain untuk klub ini, untuk jadi juara,” beber Klok dengan penuh keyakinan.
Persib Siap Hadapi Tantangan Empat Laga TerakhirMarc Klok, yang telah mempersembahkan dua gelar juara untuk Persib, sangat bangga dengan kerja keras dan kebangkitan timnya. “Kami memberikan segalanya yang kami punya di lapangan. Saya sangat-sangat bangga dengan reaksi tim. Setiap pemain di sana hari ini bisa bangkit setelah tertinggal 0-2,” katanya.
“Sekali lagi kami menunjukkan mentalitas itu, menunjukkan semangat di tim ini sekali lagi, karena ini tidak mudah. Tapi kami memang mempersulit diri kami sendiri. Tapi sekali lagi, satu terlewati, sisa empat (final) lagi,” pungkasnya.
Dengan kemenangan ini, Persib kini memiliki modal kuat untuk menghadapi empat laga terakhir musim ini melawan PSIM Yogyakarta, Persija Jakarta, PSM Makassar, dan Persijap Jepara yang akan menentukan gelar juara Super League 2025-2026.





