173 Aktivis yang Diculik Israel Tiba di Yunani, Dua Lainnya Masih Ditahan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pasukan militer Zionis Israel melakukan pencegatan dan sabotase terhadap armada kemanusiaan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla saat berada di perairan internasional laut Mediterania. Aksi pembajakan dan sabotase oleh pasukan Israel terjadi di wilayah perairan internasional, sekitar 965 kilometer dari Israel, tepatnya di dekat Pulau Kreta, Yunani.

Perwakilan Steering Committee Global Sumud Flotilla dari Indonesia, Maimon Herawati mengungkapkan sebanyak 173 aktivis yang sempat diculik Zionis Israel kini telah tiba di perairan Yunani sekitar Pulau Kreta pada Jumat waktu setempat, 1 Mei 2026.

Pemerintah Yunani telah sepakat untuk menerima para aktivis tersebut dan tengah menjalin komunikasi diplomatik dengan negara-negara asal para delegasi untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan deportasi. Dua Aktivis Global Sumud Flotilla Ditahan Israel Meskipun sebagian besar aktivis telah sampai di Yunani, dua tokoh utama yakni Thiago Avila dari Brazil dan Saif Abu Keshek dari Palestina dilaporkan tidak dibawa ke Yunani, melainkan dibawa paksa menuju Ashdod, Israel. Saat ini, kondisi kedua aktivis tersebut masih terus dipantau oleh komite pengarah lainnya.

Tim legal Global Sumud Flotilla menyatakan akan menempuh langkah hukum atas tindakan penculikan yang terjadi di wilayah perairan internasional tersebut.
  Baca juga: Israel Cegat Armada Bantuan ke Gaza, Yunani Desak Penghormatan Hukum Internasional
Akibat sabotase tersebut, sebanyak 22 kapal mengalami kerusakan berat. Salah satunya, kapal induk Safsaf yang mengalami kerusakan mesin parah sehingga harus digerek menuju perairan Yunani. Selain itu, 11 kapal lainnya juga ditemukan dalam kondisi kosong dan terombang-ambing setelah dirusak Zionis Israel. 36 Armada Kapal Global Sumud Flotilla Tertahan di Yunani Imbas Cuaca Buruk Saat ini, sebanyak 36 kapal lainnya beserta ratusan aktivis masih bersandar di pelabuhan sekitar perairan Kreta karena terkendala cuaca buruk, berupa badai, yang diperkirakan akan berlangsung hingga dua hari ke depan.

Meskipun misi menuju Gaza mengalami penundaan, para aktivis tetap berkomitmen untuk menembus blokade Israel demi menyalurkan bantuan kepada rakyat Palestina.

Pihak Global Sumud Flotilla menegaskan bahwa upaya intimidasi ini tidak akan menghentikan langkah mereka, serupa dengan semangat misi-misi sebelumnya yang tetap berupaya memberikan dukungan kemanusiaan bagi warga di jalur Gaza.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saham Apple Naik Usai Catat Penjualan Kuartalan Kuat Jelang Pergantian CEO
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
5 Mod Minecraft Horror Paling Seram, Bikin Main Tengah Malam Jadi Menegangkan
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Masih Tercium Bau di Taman Bendera Pusaka, IPAL Jadi Solusi yang Ditunggu
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bersama Buruh
• 15 jam laluokezone.com
thumb
5.000 Massa Bakal Kepung Gedung DPR Hari Ini
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.