Trump Ngamuk ke Negara Eropa, Ancam Jerman, Italia, dan Spanyol

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Trump menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan sidang gabungan Kongres di Ruang DPR di Gedung Capitol AS di Washington, D.C., AS, Selasa (24/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Face the Nation)

Jakarta, CNBC Indonesia — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menarik pasukan militer AS dari Italia dan Spanyol, sehari setelah menyatakan tengah mempertimbangkan pengurangan jumlah pasukan di Jerman.

Mengutip The Guardian, Sabtu (2/5/2026), ancaman tersebut muncul setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut Amerika Serikat "dipermalukan" oleh Iran, serta di tengah kritik Trump terhadap sekutu NATO yang dinilai tidak membantu membuka kembali Selat Hormuz.

Saat ditanya apakah ia akan mempertimbangkan penarikan pasukan dari Italia dan Spanyol, Trump menjawab, "Mungkin saja... kenapa tidak? Italia tidak membantu kami dan Spanyol sangat buruk, benar-benar buruk."


Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyatakan bahwa pemerintahnya tetap bekerja sama dengan sekutu, namun selalu dalam kerangka hukum internasional.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengatakan dirinya "tidak memahami" alasan ancaman tersebut dan menolak tuduhan bahwa Italia tidak membantu Amerika Serikat, khususnya dalam keamanan maritim.

Menurut laporan The Guardian, sekitar 13.000 personel militer AS ditempatkan di tujuh pangkalan angkatan laut di Italia. Di Spanyol, sekitar 3.800 personel ditempatkan di dua fasilitas bersama, yakni pangkalan angkatan laut Rota dan pangkalan udara Morón.

Baca: Trump Hadapi Tenggat 60 Hari Soal Iran, Minyak Tembus US$114 per Barel

Spanyol sebelumnya menolak memberikan izin penggunaan pangkalan militer bersama untuk serangan terhadap Iran. Italia juga menolak penggunaan pangkalan udara di Sisilia untuk pesawat AS yang membawa senjata ke Iran.

Data dari US Defense Manpower Data Center menunjukkan bahwa pada akhir tahun lalu, sekitar 68.000 personel militer aktif AS ditempatkan di Eropa, dengan lebih dari setengahnya-sekitar 36.400-berada di Jerman.

Belum jelas seberapa besar dukungan terhadap rencana penarikan pasukan tersebut. Kehadiran militer AS di Eropa selama ini menjadi basis logistik utama untuk operasi di berbagai wilayah, termasuk Irak, Afghanistan, dan Iran.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Minyak Tembus USD120, Konflik Global Memanas & Gejolak Politik Dunia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Airlangga: KEK Kura Kura Bali Bakal jadi Lokasi KEK Keuangan (IFC)
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Tren Kinerja Positif Berlanjut, TPIA Kantongi Laba Rp2,47 Triliun di Triwulan I-2026
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Sopir Taksi Hijau yang Diduga Sebabkan Kecelakaan KRL Bekasi Baru 2 Hari Kerja, Hanya Dilatih Selama Sehari
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Dorong UMK Naik Kelas & Kian Kompetitif, Misbakhun Sosialisasikan QRIS
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Intip Potret Jajaran Pemeran Utama Drakor Reborn Rookie Saat Pembacaan Naskah
• 16 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.