HARIAN FAJAR, JAKARTA – FIFA merencanakan regulasi baru. Setiap klub sepak bola di seluruh dunia wajib menurunkan pemain U-21 selama 90 menit dalam setiap pertandingan. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pengembangan pemain muda secara lebih intensif di semua liga. Bagaimana dengan Super League?.
Menurut laporan dari The Athletic, FIFA yang dipimpin oleh Gianni Infantino tengah mempertimbangkan proposal yang mengharuskan klub memiliki setidaknya satu pemain “homegrown” berusia U-20 atau U-21 di lapangan sepanjang pertandingan. Proses konsultasi dengan para pemangku kepentingan terkait telah disetujui oleh Dewan FIFA dan akan dibahas secara resmi pada sidang tahun depan.
“FIFA mempertimbangkan proposal yang akan memandatkan klub untuk mempunyai paling sedikit satu pemain homegrown U-20 atau U-21 di lapangan selama pertandingan penuh,” jelas laporan The Athletic.
Perubahan dari Regulasi Sebelumnya di IndonesiaSebelumnya, PSSI sempat menghapus regulasi yang mewajibkan menurunkan pemain berusia di bawah 23 tahun selama 45 menit dalam kompetisi lokal. Namun, rencana FIFA ini justru menghidupkan kembali aturan serupa dengan ketentuan yang lebih ketat dan menuntut durasi bermain penuh. Jika diterapkan di Indonesia pada musim Super League 2026/27, klub-klub harus menyiapkan pemain yang lahir pada 1 Januari 2005 atau lebih muda.
Saat ini, hanya sedikit pemain muda yang berusia di bawah 21 tahun yang rutin bermain di Super League, seperti Dony Tri Pamungkas, Alfharezzi Buffon, dan Jens Raven. Hal ini menandakan bahwa klub-klub harus melakukan penyesuaian strategi dalam pengembangan dan pemanfaatan pemain muda.
Diskusi dan Definisi Pemain “Homegrown”Diskusi mengenai definisi “homegrown” atau pemain binaan sendiri akan terus dilakukan di antara enam presiden konfederasi, termasuk AFC yang mewakili Asia. Hal ini penting untuk memastikan bahwa regulasi dapat diterapkan secara adil dan efektif di berbagai negara dengan kondisi sepak bola yang berbeda-beda.
“Proses konsultasi dengan stakeholder yang relevan untuk proposal tersebut telah disetujui oleh Dewan FIFA,” pungkas laporan tersebut.
Kendati regulasi ini diprediksi akan menyasar negara-negara dengan level sepak bola menengah, implementasinya akan memberikan dampak signifikan terhadap cara klub mengelola pemain muda dan strategi pengembangan bakat di seluruh dunia.





