Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), menegaskan pentingnya penerapan konsep 3M dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Mendikdasmen dalam tayangan pidato peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Jakarta, Sabtu (2/8/2026) pagi.
“Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa 3M: Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus,” kata Abdul Mu’ti seperti dikutip Antara.
Ia menjelaskan, tanpa tiga faktor tersebut, berbagai kebijakan pendidikan berpotensi hanya menjadi formalitas semata, yang sekadar diukur melalui capaian angka-angka kuantitatif.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya soal program, tetapi proses menyeluruh dalam membangun kualitas manusia Indonesia. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 serta Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003.
Mu’ti menegaskan, pendidikan memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membentuk watak dan peradaban.
“Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan kepribadian utama lainnya,” ujarnya.
Ia juga mengaitkan penguatan pendidikan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Prabowo Subianto Presiden.
“Sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat,” katanya.
Oleh karena itu, ia pun menyampaikan apresiasi sekaligus terima kasih kepada lembaga-lembaga mitra di dalam maupun luar negeri yang telah bekerja sama dengan baik bersama Kemendikdasmen.
Dalam delapan belas bulan, ia mengatakan, Kemendikdasmen telah meletakkan fondasi pendidikan bermutu untuk semua melalui berbagai regulasi dan ekosistem yang mengintegrasikan empat pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. (ant/bil/iss)




