Usut Korupsi Jalur Kereta Api, KPK Bakal Cecar Sosok RK di Kasus DJKA

jpnn.com
1 minggu lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Staf Ahli Menteri Perhubungan, Robby Kurniawan (RK). Ia dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub, Senin.

Kasus DJKA terkait dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub).

BACA JUGA: KPK Periksa Dirjen Perkeretaapian di Kasus DJKA

"Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama RK selaku Staf Ahli Menhub," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Senin.

Pemanggilan Robby Kurniawan merupakan yang kedua pada tahun 2026 ini. Sebelumnya, Robby sempat dipanggil KPK sebagai saksi kasus tersebut pada 27 April 2026, namun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan.

BACA JUGA: KPK Periksa Mantan Dirut Lalu Lintas KA di Kasus DJKA

Adapun Robby Kurniawan pada era Budi Karya Sumadi merupakan Staf Ahli Menhub Bidang Logistik dan Multimoda Perhubungan. Sementara pada masa Dudy Purwagandhi, dia merupakan Staf Ahli Menhub Bidang Kawasan dan Lingkungan.

Sebelumnya, kasus tersebut terkuak berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah DJKA Kemenhub.

BACA JUGA: KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi untuk Periksa Kasus DJKA

Saat ini, BTP Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah telah berganti nama menjadi BTP Kelas I Semarang.

KPK lantas menetapkan 10 orang tersangka yang langsung ditahan terkait dengan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur rel kereta api di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Hingga 20 Januari 2026, KPK telah menetapkan dan menahan sebanyak 21 tersangka. KPK juga telah menetapkan dua korporasi sebagai tersangka kasus tersebut.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut terjadi pada proyek pembangunan jalur kereta api ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso; proyek pembangunan jalur kereta api di Makassar, Sulawesi Selatan; empat proyek konstruksi jalur kereta api dan dua proyek supervisi di Lampegan Cianjur, Jawa Barat; dan proyek perbaikan perlintasan sebidang Jawa-Sumatera.

Dalam pembangunan dan pemeliharaan proyek tersebut, diduga telah terjadi pengaturan pemenang pelaksana proyek oleh pihak-pihak tertentu melalui rekayasa sejak proses administrasi sampai penentuan pemenang tender.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-detik Oknum Suporter Provokasi Pemain Persib Bandung di Bandara, Adam Alis Beberkan Kronologi
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Cahyono Tri Birowo Tegaskan Data Valid Penentu Keberhasilan Bansos Digital
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Dubes AS Sebut Negara-Negara Arab Harus Pilih Iran atau Israel, Dorong Normalisasi dengan Tel Aviv
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 12 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Iran Ancam Perkaya Uranium 90 Persen Jika AS dan Israel Kembali Menyerang
• 12 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.