Purbaya Buka Suara Soal Nama Dirjen Bea Cukai Muncul di Dugaan Kasus Korupsi DJBC

viva.co.id
6 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, buka suara soal munculnya nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

Dia mengaku akan terlebih dahulu menelusuri dan memahami proses hukum, yang di dalamnya memunculkan nama salah satu jajarannya di DJBC Kemenkeu tersebut.

Baca Juga :
KPK Siap Jadi Mitra Kemensos, Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan KPK, DJBC Buka Suara

"Nanti kita lihat proses hukumnya seperti apa, saya tidak sampai clear di sana prosesnya seperti apa," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Mengenai apakah akan ada langkah penonaktifan Djaka sebagai Dirjen Bea Cukai terkait bergulirnya kasus ini, Purbaya mengatakan bahwa pihaknya belum membahas masalah tersebut.

"Kan baru mulai, namanya baru muncul, masa langsung berhenti," ujar Purbaya.

Dia menegaskan bahwa Kemenkeu dalam hal ini akan terlebih dahulu mendalami kasus dugaan korupsi di DJBC tersebut, hingga akhirnya nanti akan diambil tindakan terkait kejelasan dari kasus itu.

"Kita lihat sampai clear sejelas-jelasnya, seperti apa kasus itu. Baru kita akan ambil tindakan," ujarnya.

Diketahui, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan melalui Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo menegaskan, pihaknya bakal menghormati proses hukum pengadilan yang melibatkan nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama.

Nama Djaka diketahui muncul dalam dakwaan terdakwa sekaligus pemilik Blueray Cargo, John Field. Meski demikian, Budi mengatakan bahwa pihaknya akan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

“Karena perkara ini sudah masuk ke tahap persidangan, untuk menghormati dan menjaga independensi proses tersebut, kami tidak berkomentar mengenai substansi perkara,” kata Budi dalam keterangannya, Kamis, 7 Mei 2026.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan DJBC, seusai munculnya nama Dirjen Djaka. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menjelaskan, penyidikan kasus dugaan korupsi di Bea Cukai masih berproses, usai penyidik KPK menemukan sejumlah uang dalam penggeledahan beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan. Dalam operasi tersebut, salah satu pihak yang diamankan adalah Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, Rizal.

Baca Juga :
Bos Sritex Iwan Kurniawan Lukminto Divonis 12 Tahun Penjara
Cari Sumber Lain Pembiayaan APBN, Purbaya Bakal Terbitkan Panda Bond di Juni 2026
Purbaya Bakal Manfaatkan Bond Stabilization Fund Demi Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
7 Emiten Serentak Cairkan Dividen, Investor Panen Cuan
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Tidak Ada Lagi Tempat untuk Andre Onana di Manchester United, Masalahnya Gajinya Naik dan Makin Sulit Dijual
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Trump Unggah Peta Venezuela sebagai Negara Bagian ke-51 AS
• 13 jam laluokezone.com
thumb
China Siap Perluas Kerja Sama dengan Amerika Serikat saat Kunjungan Donald Trump ke Beijing
• 13 menit lalupantau.com
thumb
DPW Partai Gerakan Rakyat Sulsel Rampungkan Verifikasi Administrasi, Serahkan Dokumen ke DPP di Jakarta
• 6 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.