Kemenhaj Larang City Tour Jelang Armuzna, Jemaah Diminta Prioritaskan Kesehatan

disway.id
1 minggu lalu
Cover Berita

MAKKAH, DISWAY.ID-- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan larangan pelaksanaan ziarah atau city tour bagi jemaah haji Indonesia sebelum fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) selesai dilaksanakan. 

Kebijakan ini diambil sebagai langkah perlindungan jemaah haji agar tetap sehat dan siap menghadapi fase inti ibadah haji.

BACA JUGA:Hamdan Zoelva Sebut Eksekusi Hotel Sultan Perlu Pertimbangkan Hak Pekerja dan Tenant

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha mengatakan Armuzna merupakan inti pelaksanaan ibadah haji yang membutuhkan kondisi fisik prima, stamina yang terjaga, serta kesiapan mental dan spiritual jemaah.

“Larangan ini bukan untuk membatasi aktivitas jemaah, tetapi sebagai langkah perlindungan agar jemaah tidak kelelahan dan tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi fase Armuzna. Pemerintah ingin memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan aman, sehat, dan khusyuk,” ujar Ichsan Marsha dalam konferensi pers penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M di Makkah, Kamis (7/5/2026).

BACA JUGA:Airlangga Hartarto: Ketahanan Pangan dan Energi ASEAN Tak Bisa Ditunda Lagi

Melalui surat edaran terbaru, Kemenhaj meminta seluruh jemaah maupun pembimbing ibadah KBIHU untuk tidak mengagendakan, memfasilitasi, maupun menyelenggarakan kegiatan ziarah atau city tour ke luar Kota Madinah dan Makkah sebelum seluruh rangkaian ibadah Armuzna selesai dilaksanakan.

Kemenhaj juga meminta pembimbing KBIHU memfokuskan pembinaan jemaah pada penguatan kesiapan fisik, mental, spiritual, serta pemahaman manasik menjelang wukuf dan rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Selain itu, seluruh pergerakan jemaah wajib dilaporkan dan dikoordinasikan dengan petugas resmi, baik PPIH Kloter, bidang perlindungan jemaah, maupun sektor terkait guna menjaga ketertiban dan keselamatan jemaah.

BACA JUGA:Rupiah Diguncang Capital Outflow, Menkeu Andalkan Bond Stabilization Fund

Hingga Rabu, 6 Mei 2026, operasional penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar dan terkendali. Sebanyak 267 kloter dengan 103.690 jemaah dan 1.064 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia menuju Tanah Suci. 

Sementara itu, 258 kloter dengan 100.125 jemaah telah tiba di Madinah dan 109 kloter dengan 42.340 jemaah telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji.

Kemenhaj juga menyampaikan bahwa pemberangkatan jemaah gelombang kedua melalui Bandara Jeddah telah dimulai sejak 6 Mei 2026. Kloter pertama gelombang kedua berasal dari LOP-12 dengan total 389 jemaah dan 4 petugas.

BACA JUGA:Menu Baru The People’s Cafe Bareng Bu Rudy Siap Manjakan Pecinta Kuliner Indonesia

“Kami mengingatkan jemaah gelombang kedua agar mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi haji untuk mempermudah proses perjalanan dari Bandara Jeddah menuju Makkah,” kata Ichsan.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Indonesia dan 4 Negara Pantau Badai Monsun, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Harry Kane Cetak Hattrick Saat Bayern Muenchen Bungkam FC Koln 5-1 di Allianz Arena
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Imbas Perang, Prabowo Ungkap Banyak Negara Minta Beras-Pupuk ke RI
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sekda Parepare Jelaskan Anggaran Makan Minum Rp7,2 Miliar, Dipusatkan untuk Jamuan Tamu dan Rapat Pemkot
• 3 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.