Pengurus Besar Lembaga Karate-Do Indonesia (PB Lemkari) resmi menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) di Jakarta pada 2026. Agenda utama dalam pertemuan tingkat tinggi ini adalah penyempurnaan nama dan logo organisasi guna memperkuat legalitas hukum serta eksistensi pembinaan atlet karate di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, ini dihadiri oleh sedikitnya 80 peserta yang mewakili 24 pengurus provinsi dari seluruh Indonesia. Perhelatan ini dibuka secara resmi oleh perwakilan dari Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), Marsekal TNI (Purn.) Dr. Hadi Tjahjanto.
Baca juga: Wagub DKI Harap Jakim Jadi Event Rutin Tahunan
Ketua Umum PB Lemkari, Mayor Jenderal TNI Marinir (Purn.) Bambang Sutrisno, menegaskan bahwa perubahan desain visual logo merupakan langkah krusial untuk memperjelas identitas organisasi secara formal. Selain itu, langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan administrasi dan hukum positif yang berlaku di Indonesia.
"Semua kami sekarang mengadakan kongres luar biasa untuk penyempurnaan, untuk memperbaiki situasi yang lama. Dengan perkembangan global dan perjalanan nasional, kita harus menata diri, harus merubah diri supaya lebih bagus lagi dengan penyempurnaan merek yaitu logo dan nama baru," ujar Bambang Sutrisno yang dikutip Metro Pagi Primetime pada Rabu, 17 Juni 2026.
Diharapkan dengan adanya penyempurnaan identitas ini, PB Lemkari memiliki landasan hukum yang lebih solid dalam menjalankan program-program pembinaan atlet. Hal ini dipandang penting untuk memastikan eksistensi karateka Lemkari tetap bersaing di lingkup nasional dan internasional.




