Daftar Negara Terpapar Kasus Hantavirus dari Wabah MV Hondius

narasi.tv
1 minggu lalu
Cover Berita

Kasus infeksi hantavirus yang ramai diberitakan berawal dari kapal pesiar MV Hondius yang berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April. Kapal ini mengangkut ratusan penumpang serta kru dari berbagai negara.

Wabah ini menyerang beberapa penumpang dan awak kapal yang mengakibatkan beberapa orang mengalami infeksi virus hantavirus, termasuk tiga kematian yang dilaporkan. Virus ini merupakan jenis penyakit pernapasan yang jarang ditemui dan biasanya bersumber dari tikus yang terinfeksi.

MV Hondius melakukan pelayaran ke beberapa lokasi, dan sekitar 12 negara memiliki penumpang yang turun dari kapal di Pulau St. Helena, sebuah lokasi di Atlantik Selatan, di antara benua Afrika dan Amerika Selatan.

Setelah laporan kematian dan kasus terinfeksi muncul, berbagai negara langsung melakukan pelacakan penumpang dan mengambil langkah penanganan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Negara-Negara Dengan Kasus Hantavirus dari MV Hondius Argentina

Argentina, sebagai negara asal keberangkatan kapal, menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak oleh hantavirus. Penyakit ini sudah tergolong endemik di wilayahnya, terutama jenis virus Andes yang menjadi fokus utama wabah ini. Kementerian Kesehatan Argentina melaporkan peningkatan kasus signifikan dalam beberapa pekan terakhir, dengan total 101 kasus sejak Juni 2025, yaitu dua kali lipat dari angka tahun sebelumnya.

Belanda

MV Hondius adalah kapal berbendera Belanda yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions. Dari total penumpang dan kru yang ada, 13 di antaranya merupakan warga negara Belanda. Tiga warga Belanda termasuk pasangan suami istri dilaporkan meninggal akibat wabah ini, dan salah satu menunjukkan hasil positif hantavirus. Penumpang dan kru Belanda yang pernah melakukan kontak dengan pasien juga dalam pemantauan intensif dan isolasi.

Swiss dan Inggris

Swiss mengonfirmasi satu warga negara mereka yang terinfeksi jenis virus Andes setelah melakukan perjalanan dengan MV Hondius. Pasien tersebut kini dirawat di Rumah Sakit Universitas Zurich, sedangkan istrinya melakukan isolasi mandiri tanpa gejala. Inggris melaporkan adanya kru kapal yang diduga terinfeksi hantavirus.

Singapura

Di sisi lain, Singapura mengisolasi dan memantau dua warga negaranya yang pernah menaiki kapal tersebut. Meski kedua warga Singapura yang berada di kapal hanya mengalami gejala ringan atau tanpa gejala sama sekali, pemerintah dan badan kesehatan setempat tetap menerapkan protokol pemantauan dan isolasi. Mereka yang sempat melakukan kontak dekat dengan pasien pun diikutsertakan dalam pengawasan ketat untuk meminimalkan risiko penyebaran lebih luas.

Baca Juga:WHO Ungkap Risiko Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar yang Diperkirakan Tak Picu Epidemi Besar

Tindakan Pelacakan dan Pencegahan dari Berbagai Negara

Seluruh penumpang yang turun di St. Helena telah dihubungi oleh operator kapal dan otoritas kesehatan di berbagai negara. Pelacakan kontak dilakukan secara menyeluruh untuk semua individu yang mungkin terpapar, terutama mereka yang berada dalam jarak dekat dengan pasien positif hantavirus. Negara-negara seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda pun turut memantau warganya yang berada di kapal atau melakukan kontak erat dengan pasien.

Beberapa negara seperti Denmark dan Kanada mengharuskan warganya yang pernah berada di kapal melaksanakan isolasi mandiri sebagai langkah pencegahan. Langkah ini diambil meskipun gejala belum muncul, mengingat masa inkubasi virus Andes dapat mencapai enam minggu. Isolasi ini bertujuan untuk membatasi potensi penyebaran virus ke masyarakat luas.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan panduan penanganan untuk kapal MV Hondius dan negara-negara yang menerima penumpang dari kapal tersebut. Direktur Manajemen Epidemi dan Pandemi WHO menegaskan bahwasanya risiko penyebaran virus hantavirus ke masyarakat umum masih rendah dibandingkan dengan virus-virus lain seperti coronavirus. Di Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) terus memantau situasi meskipun risiko penularan bagi masyarakat AS dinilai rendah. Pemerintah AS pun menyatakan bahwa warga tidak perlu panik.

Risiko Penyebaran dan Ciri-Ciri Virus Hantavirus

Virus Andes adalah strain hantavirus yang ditemukan pada kasus di kapal MV Hondius. Virus ini dikenal sebagai salah satu jenis hantavirus yang bisa menular dari manusia ke manusia, meskipun kasus penularannya sangat jarang dan terbatas. Sumber utama virus biasanya berasal dari hewan pengerat seperti tikus yang membawa virus tersebut.

Infeksi hantavirus dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang serius, mulai dari flu berat hingga sindrom paru hantavirus (HPS), yang dapat berakibat fatal. Gejala lain termasuk demam, nyeri otot, dan gangguan jantung. Karena masa inkubasi yang relatif panjang, tanda-tanda infeksi bisa baru muncul setelah beberapa waktu sehingga pasien sulit untuk segera diidentifikasi.

Pihak WHO menegaskan hantavirus berbeda secara fundamental dengan virus seperti coronavirus, baik dari segi penularan maupun dampak epideminya. Hal ini penting untuk menegaskan bahwa meskipun ada kematian, situasi wabah hantavirus saat ini tidak perlu dibandingkan langsung dengan pandemi yang lebih besar seperti COVID-19.

Baca Juga:Kata Ahli Soal Cara Penularan Virus Hanta ke Manusia dan Langkah Pencegahannya

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pernikahan Anak Soimah Super Mewah, Tenda Pendopo Ternyata Diimpor dari Cina
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Trump tuturkan kisah panjang hubungan AS-China di hadapan Xi Jinping
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Macet Bak Neraka! Potret Ribuan Truk Kejebak di Jalan, Supir Kelaparan
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
AS Tegaskan Kenaikan Harga Bensin Tidak Akan Bantu Iran Raih Kesepakatan Lebih Baik
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Harga Emas UBS dan Galeri24 Tumbang, Antam Masih Bertahan di Level Tinggi
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.