Pantau - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan kenaikan harga bensin di negaranya tidak akan membantu Iran memperoleh konsesi maupun mencapai kesepakatan yang lebih menguntungkan dalam hubungan kedua negara.
Rubio Sebut Iran Tak Bisa Tekan AS Lewat Politik DomestikMarco Rubio mengatakan pemerintah Amerika Serikat tidak akan terpengaruh tekanan politik domestik akibat kenaikan harga bahan bakar di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
“Jika Iran berpikir mereka bisa memanfaatkan politik domestik kami untuk menekan Presiden agar menerima kesepakatan yang buruk, itu tidak akan terjadi,” kata Rubio kepada stasiun televisi NBC News sebagaimana dilaporkan RIA Novosti, Jumat.
Ia menambahkan pemerintah AS telah mengambil berbagai langkah untuk menjaga harga bensin tetap terkendali dibandingkan sejumlah wilayah lain di dunia.
“Kami telah mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menjaga harga bensin tetap lebih rendah dibandingkan beberapa wilayah lain di dunia, dan harganya akan terus turun,” ujarnya.
Berdasarkan data American Automobile Association (AAA), harga rata-rata bensin di Amerika Serikat pada 14 Mei 2026 mencapai 4,53 dolar AS atau sekitar Rp79.600 per galon.
Ketegangan Iran dan AS Picu Kenaikan Harga EnergiKetegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkat setelah serangan terhadap target-target di Iran pada 28 Februari 2026 yang menimbulkan kerusakan serta korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pada 7 April 2026, Washington dan Teheran sepakat melakukan gencatan senjata selama dua pekan, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan yang jelas.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi kesempatan kepada Iran mengajukan “proposal terpadu.”
Konflik tersebut juga memicu gangguan lalu lintas di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global.
Kondisi itu menyebabkan harga bahan bakar di sejumlah negara mengalami kenaikan signifikan.




