Film Tentang Keluarga Makin Diminati, Luka Personal Kini Jadi Cerita Favorit Cinema Indonesia Lho!

herstory.co.id
6 hari lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Film bertema keluarga dan luka personal kini semakin diminati penonton Indonesia. Beauty, tren ini terlihat dari banyaknya rumah produksi yang mulai menghadirkan cerita emosional dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari hubungan orang tua dan anak, perjuangan perempuan, hingga kehilangan.

Fenomena tersebut juga terlihat dalam Leo Pictures Showcase 2026 yang digelar di Central Park. Dalam acara itu, Leo Pictures memperkenalkan sejumlah film dan series terbaru yang mengangkat tema-tema personal yang dinilai relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Beberapa judul yang diperkenalkan antara lain Jangan Buang Ibu, Tak Kusangka Aku Sekuat Ini, Bila Esok Ayah Tiada, Rumah Terakhir Kita, hingga series Bunga di Tepi Jurang. Mayoritas cerita yang diangkat berfokus pada hubungan keluarga, perjuangan hidup, dan dinamika emosional manusia.

Menurut Produser Leo Pictures, Agung Saputra, pendekatan cerita yang dekat dengan realita menjadi salah satu alasan mengapa film-film emosional kini lebih mudah diterima penonton.

“Bagi kami, film bukan hanya hiburan. Film adalah cara untuk menyampaikan rasa, pengalaman hidup, dan hal-hal yang kadang sulit diucapkan secara langsung. Kami hanya ingin terus membuat cerita yang bisa dekat dengan hati penonton Indonesia,” ujar Agung Saputra.

Beauty, salah satu project yang paling banyak menarik perhatian dalam showcase tersebut adalah Jangan Buang Ibu. Film drama keluarga itu mengangkat hubungan orang tua dan anak dengan pendekatan emosional yang dinilai sangat dekat dengan kehidupan masyarakat modern.

Selain itu, series Bunga di Tepi Jurang juga diperkenalkan sebagai drama yang mengangkat perjuangan dan luka perempuan dari berbagai sudut pandang kehidupan. Series tersebut nantinya akan tayang sebagai original series di Maxstream dan IQIYI.

Suasana showcase sendiri dibuat lebih santai dan interaktif agar publik bisa melihat lebih dekat proses kreatif di balik setiap karya. Para pemain, filmmaker, partner, hingga media turut hadir dalam acara tersebut.

Leo Pictures menyebut setiap project yang mereka hadirkan lahir dari keresahan dan pengalaman yang banyak dirasakan masyarakat Indonesia. Karena itu, tema keluarga dan luka personal dipilih bukan sekadar untuk menghadirkan drama, tetapi juga membuka ruang diskusi yang lebih luas di tengah penonton.

“Semoga cerita-cerita yang kami hadirkan tahun ini bisa menemani banyak orang, dan mungkin membuat sebagian dari kita lebih menghargai keluarga, hubungan, dan kehidupan,” lanjut Agung Saputra.

Tren film emosional sendiri belakangan semakin kuat di industri hiburan Indonesia. Penonton dinilai mulai mencari tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga terasa personal dan mampu merefleksikan pengalaman hidup mereka sehari-hari.

Melalui showcase ini, Leo Pictures juga ingin mempererat hubungan dengan komunitas film, partner, media, dan penonton yang selama ini mendukung perkembangan industri film Indonesia lintas generasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Ada Model Honda di Daftar 10 Mobil Terlaris April 2026
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polisi tetapkan lima tersangka dugaan prostitusi anak di Jakbar
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Menkop Dorong Petani Tebu Jadi Pemilik Saham Pabrik Gula Lewat Koperasi
• 7 jam laludetik.com
thumb
Foto: Seniman Abadikan 4 Patung Tokoh Persib Bandung, Termasuk Bojan Hodak
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Hyundai Siapkan Mobil Baru, Meluncur Akhir Juli 2026
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.