Menkop Dorong Petani Tebu Jadi Pemilik Saham Pabrik Gula Lewat Koperasi

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono mendorong Koperasi Produsen Sekunder Tebu Rakyat (KPSTR) untuk memperkuat posisi tawarnya dalam industri gula nasional.

"Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah kepemilikan saham koperasi di pabrik-pabrik gula yang berada di bawah naungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali I," ucap Ferry, dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2026).

Hal tersebut disampaikan Ferry saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPSTR Kabupaten Malang Tahun Buku 2025 yang digelar di Yogyakarta. KPSTR memiliki peran strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya melalui penguatan sektor pergulaan rakyat.

"KPSTR tidak hanya menjadi wadah kelembagaan bagi petani tebu, tetapi juga mendorong terciptanya sistem usaha yang lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan," kata Ferry.

Baca juga: Kemenkop Perkuat Sinergi Kadiskop Selindo untuk Operasional KDKMP

Selain itu, penguatan KPSTR juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani gula. Melalui tata kelola usaha yang profesional dan berbasis anggota, petani tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga menjadi bagian dari pemilik usaha yang menikmati nilai tambah dari seluruh rantai produksi.

"Dengan demikian, koperasi menjadi instrumen penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi petani sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan," kata Ferry.

Menjawab tentang permodalan, Ferry meminta LPDB koperasi untuk merancang skema pembiayaan yang lebih adaptif dan inovatif. Tidak hanya dari sisi margin/bunga lebih kompetitif, tetapi juga pada pola pembiayaan yang mampu mengakomodasi dinamika kebutuhan ekosistem bisnis tebu yang dinamis.

Ia berharap jaminan untuk pengembangan usaha koperasi tidak harus terpaku pada sertifikat tanah, melainkan bisa menggunakan aset lain seperti tebu rakyat.

Ferry berharap kesuksesan kolaborasi antara KPSTR Malang dan PT Rajawali I dapat menjadi model atau 'kloning' bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Dengan penguatan ekosistem ini, ia optimistis koperasi akan kembali menjadi sokoguru perekonomian nasional yang mampu menghadapi tantangan global.

Baca juga: Menkop, Wakil Panglima TNI, & Dirut Agrinas Cek Kesiapan Operasional KDKMP

Sementara itu, Direktur Utama PT Rajawali I, Danianto menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin erat antara perusahaan dengan Koperasi Produsen Sekunder Tebu Rakyat (KPSTR) Kabupaten Malang.

"Terima kasih kepada Bapak Menteri Koperasi dan Ketua KPSTR. Alhamdulillah tadi sudah banyak diskusi berkaitan dengan PT Rajawali I beserta jajaran yang hadir," ujar Danianto.

Lalu, Ketua Umum Pengurus Koperasi Produsen Sekunder Tebu Rakyat (KPSTR) Kabupaten Malang, Hamim Kholili menegaskan komitmennya untuk menjaga eksistensi koperasi di tengah dinamika industri gula nasional. Hamim menekankan bahwa kekuatan utama KPSTR terletak pada loyalitas para anggotanya yang berasal dari kalangan 'orang bawah' atau petani tebu rakyat.

Ia mengapresiasi seruan Ferry yang mendorong agar koperasi tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga memiliki andil kepemilikan saham di pabrik-pabrik gula milik negara (PTPN dan PT Rajawali I). Menurutnya, tanpa keterlibatan aktif dan kepemilikan strategis, posisi petani tebu akan rentan tergeser oleh kekuatan industri besar.




(akn/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persik tak ingin remehkan Persija pada laga kandang terakhir 
• 27 menit laluantaranews.com
thumb
Pria di Sleman Diduga Bunuh Diri, Sempat Keluhkan Sakit Asam Lambung
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
RDF Rorotan Jadi Maksimal dengan Warga Pilih Sampah dari Rumah
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenhaj Ungkap Fakta Mengejutkan Jemaah Haji yang Wafat, Ternyata Mayoritas Bukan Lansia
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Ombudsman Kalsel Pantau Layanan Haji 2026 untuk Pastikan Kualitas
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.