Fashion pre-loved kini tidak lagi dipandang sekadar tren sementara. Beauty, gaya hidup berbagi pakaian bekas layak pakai justru semakin diminati karena dianggap lebih ramah lingkungan sekaligus mencerminkan cara berpakaian yang lebih sadar dan bertanggung jawab.
Fenomena ini juga terlihat dari kampanye terbaru Pomelo bertajuk Share The Style yang mulai dijalankan di seluruh jaringan toko offline mereka di Indonesia. Melalui program tersebut, pelanggan diajak mendonasikan pakaian pre-loved untuk diperpanjang siklus penggunaannya lewat donasi, penjualan kembali, hingga proses daur ulang.
Beauty, tren fashion pre-loved belakangan semakin dekat dengan gaya hidup perempuan urban yang mulai mengurangi kebiasaan konsumtif sekaligus lebih selektif dalam berbelanja pakaian. Bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi juga tentang bagaimana pakaian bisa memiliki nilai dan fungsi lebih panjang.
Melalui kampanye ini, pelanggan yang membawa pakaian pre-loved ke toko Pomelo akan mendapatkan voucher senilai Rp50 ribu sebagai bentuk apresiasi partisipasi mereka.
Seluruh pakaian yang terkumpul nantinya akan melalui proses kurasi dan dibagi ke dalam tiga kategori utama. Pakaian yang masih layak pakai akan disalurkan melalui jalur donasi, item dengan kondisi sangat baik akan masuk proses resell, sementara pakaian yang sudah tidak layak digunakan akan didaur ulang menjadi material baru yang lebih bermanfaat.
Untuk mendukung proses tersebut, Pomelo bekerja sama dengan Cinta Laura Foundation dalam penyaluran donasi serta Rantai Textile Lestari untuk pengelolaan daur ulang tekstil dan item resell.
Menurut Jessica Kiunnedy, Head of Marketing Pomelo Indonesia, kampanye ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan fashion yang lebih bermakna.
“Kami percaya bahwa fashion memiliki peran yang lebih besar dari sekadar gaya. Melalui ‘Share The Style’, kami mengajak masyarakat di Indonesia untuk tetap tampil percaya diri sambil berkontribusi dalam perjalanan menuju masa depan fashion yang lebih berkelanjutan. Setiap pakaian yang didonasikan membawa makna, sebagai bentuk dukungan nyata bagi mereka yang membutuhkan dan membuat langkah kecil menjadi dampak yang lebih besar,” ujar Jessica Kiunnedy.
Beauty, meningkatnya minat terhadap fashion pre-loved juga tidak lepas dari perubahan gaya hidup generasi muda yang kini lebih terbuka terhadap konsep sustainable fashion. Banyak orang mulai memilah pakaian di lemari mereka dan memilih mendonasikan item yang sudah jarang digunakan dibanding membuangnya begitu saja.
Selain lebih ramah lingkungan, kebiasaan ini juga dianggap membantu memperpanjang umur pakaian dan mengurangi limbah tekstil yang terus meningkat setiap tahun.
Pomelo sendiri dikenal sebagai brand fashion asal Thailand yang fokus menghadirkan pengalaman belanja omnichannel di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Saat ini, Pomelo memiliki sembilan toko offline di Indonesia dan hadir di berbagai platform digital seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Zalora.





