PM Spanyol Bangga Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina Meski Dikecam Israel

detik.com
15 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemain sepak bola muda Barcelona, Lamine Yamal, dikecam oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Kanz, gegara aksi mengibarkan bendera Palestina saat klubnya pawai kejuaraan. Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez justru bangga dengan dia.

Dilansir AFP, Jumat (15/5/2026), Pedro Sanchez mengatakan Lamine Yamal telah membuat Spanyol "bangga" karena mengibarkan bendera Palestina dalam parade kemenangan. Israel menyebut tindakan Yamal memicu tentang "menghasut kebencian".

Baca juga: Menhan Israel Kritik Keras Lamine Yamal Gegara Kibarkan Bendera Palestina

Untuk diketahui, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengecam Lamine Yamal. Dia mengatakan Yamal "menghasut kebencian" terhadap negaranya.

"Saya berharap klub besar dan terhormat seperti Barcelona menjauhkan diri dari pernyataan ini dan memperjelas bahwa tidak ada tempat untuk hasutan atau dukungan terhadap terorisme," kata Katz di X dalam bahasa Spanyol.

Sanchez, seorang kritikus vokal Israel yang menyebut perang dua tahun yang menghancurkan melawan kelompok militan Palestina Hamas di Gaza sebagai "genosida", membalas untuk membela Yamal. Menurutnya, Katz telah kehilangna akal sehat.

"Mereka yang berpikir bahwa mengibarkan bendera suatu negara adalah 'menghasut kebencian', mereka telah kehilangan akal sehat atau telah dibutakan oleh rasa malu mereka sendiri," tulis Pedro Sanchez di X.

Pedro menuturkan Lamine Yamal justru telah menunjukkan solidaritas yang turut dirasakan jutaan warga spanyol. "Lamine baru saja mengungkapkan solidaritas dengan Palestina yang dirasakan jutaan warga Spanyol. Alasan lain untuk bangga padanya," tambah Sanchez.

Baca juga: Trump Klaim Xi Jinping Tawarkan Bantuan untuk Buka Selat Hormuz

Pernyataan Menhan Israel

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengkritik pemain sepak bola muda Barcelona, Lamine Yamal, karena mengibarkan bendera Palestina saat merayakan kemenangan gelar juara klubnya. Katz menyebut tindakan Yamal sebagai penghasut kebencian.

"Lamine Yamal memilih untuk menghasut kebencian terhadap Israel sementara tentara kita memerangi organisasi teroris Hamas, sebuah organisasi yang membantai, memperkosa, dan membakar anak-anak, perempuan, dan orang tua Yahudi pada 7 Oktober (2023)," tulis Israel Katz.




(maa/maa)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bayi Laki-Laki Ditemukan Terbungkus Tas Kertas di Ring Road Madiun, Polisi Amankan Orang Tua
• 2 jam lalurealita.co
thumb
Puskeshaj Minta Jamaah Haji Lansia Disorientasi Tidak Ditinggal Sendirian di Tanah Suci
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Libur Panjang Tiba, Kakorlantas Pastikan Polisi Siaga 24 Jam Pergerakan Arus Lalu Lintas secara Real Time
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Bongkar Dugaan Aliran Dana ke PN Depok dalam Sengketa Lahan
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Kemenkum NTT dan Pemkab Manggarai Timur Harmonisasi Ranperda Ketertiban Umum
• 19 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.