Banjarmasin (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat ekonomi di provinsi itu tumbuh 5,67 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026 atau melampaui pertumbuhan nasional 5,61 persen di tengah dinamika ekonomi global awal tahun.
Kepala Kanwil DJPb Kalsel Catur Ariyanto Widodo di Banjarmasin, Senin, mengatakan capaian tersebut berdasarkan hasil rapat Asset and Liability Committee (ALCo) Kementerian Keuangan Perwakilan Kalsel, yang memotret perkembangan ekonomi regional dan pengelolaan fiskal daerah sepanjang kuartal pertama 2026.
“Pertumbuhan ekonomi Kalsel menjadi yang tertinggi kedua di regional Kalimantan dengan penopang utama berasal dari peningkatan konsumsi masyarakat selama momentum Ramadhan dan Idul Fitri serta tingginya mobilitas masyarakat pada periode hari besar keagamaan,” ujar Catur.
Dari sisi produksi, ia menyebutkan lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,12 persen seiring meningkatnya aktivitas wisata, perdagangan, dan layanan masyarakat selama musim libur dan perayaan keagamaan.
Sementara dari sisi pengeluaran, kata Catur, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah tumbuh 18,91 persen yang didorong membaiknya realisasi belanja negara melalui penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) serta stimulus berupa diskon transportasi udara, darat, dan laut.
DJPb Kalsel juga mencatat realisasi Belanja Negara pada triwulan I mencapai Rp7,39 triliun atau 24,78 persen dari pagu Rp29,85 triliun dengan alokasi terbesar berupa penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp5,43 triliun untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik di daerah.
Selain itu, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalsel pada Triwulan I 2026 mencatat surplus sebesar Rp1,86 triliun yang menunjukkan ruang fiskal daerah masih sehat.
“Kondisi ini mampu menjaga keberlanjutan pembangunan dan menopang stabilitas ekonomi regional,” ujar Catur.
Baca juga: DJPb catat KUR Rp419,21 miliar awal tahun perkuat ekspansi UMKM Kalsel
Baca juga: DJPb: Dana kelola perbankan APBN dan APBD Kalsel capai Rp82,11 triliun
Kepala Kanwil DJPb Kalsel Catur Ariyanto Widodo di Banjarmasin, Senin, mengatakan capaian tersebut berdasarkan hasil rapat Asset and Liability Committee (ALCo) Kementerian Keuangan Perwakilan Kalsel, yang memotret perkembangan ekonomi regional dan pengelolaan fiskal daerah sepanjang kuartal pertama 2026.
“Pertumbuhan ekonomi Kalsel menjadi yang tertinggi kedua di regional Kalimantan dengan penopang utama berasal dari peningkatan konsumsi masyarakat selama momentum Ramadhan dan Idul Fitri serta tingginya mobilitas masyarakat pada periode hari besar keagamaan,” ujar Catur.
Dari sisi produksi, ia menyebutkan lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,12 persen seiring meningkatnya aktivitas wisata, perdagangan, dan layanan masyarakat selama musim libur dan perayaan keagamaan.
Sementara dari sisi pengeluaran, kata Catur, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah tumbuh 18,91 persen yang didorong membaiknya realisasi belanja negara melalui penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) serta stimulus berupa diskon transportasi udara, darat, dan laut.
DJPb Kalsel juga mencatat realisasi Belanja Negara pada triwulan I mencapai Rp7,39 triliun atau 24,78 persen dari pagu Rp29,85 triliun dengan alokasi terbesar berupa penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp5,43 triliun untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik di daerah.
Selain itu, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalsel pada Triwulan I 2026 mencatat surplus sebesar Rp1,86 triliun yang menunjukkan ruang fiskal daerah masih sehat.
“Kondisi ini mampu menjaga keberlanjutan pembangunan dan menopang stabilitas ekonomi regional,” ujar Catur.
Baca juga: DJPb catat KUR Rp419,21 miliar awal tahun perkuat ekspansi UMKM Kalsel
Baca juga: DJPb: Dana kelola perbankan APBN dan APBD Kalsel capai Rp82,11 triliun





