Grid.ID - Kronologi 2 WN Singapura hilang saat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara akhirnya ditemukan. Sayangnya, keduanya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terjadi pada pukul 07.41 WIT.
Kemudian, tinggi kolom erupsi mencapai angka yang fantastis, yakni sekitar 10.000 meter di atas puncak. Suara dentuman juga terdengar hingga permukiman warga.
Aktivitas kegempaan terekam dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi mencapai 967,56 detik.
"Gunung Dukono saat ini berada pada Level II (Waspada). Sebenarnya peningkatan aktivitas sudah tercatat sejak 29 Maret 2026 dengan rata-rata 95 kejadian erupsi setiap harinya," ucap Abdul Muhari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Sementara itu Tim SAR gabungan masih terus melakukan proses evakuasi dan pencarian terhadap para pendaki yang terdampak erupsi Gunung Dukono.
“Sampai saat ini kami baru berhasil mengevakuasi 14 orang, terdiri dari tujuh warga negara asing asal Singapura dan tujuh warga Maluku Utara,” kata Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani dikutip Grid.ID dari Tribunnews.com.
Proses pencarian masih terus dilakukan terhadap dua orang lainnya yang dilaporkan hilang dan merupakan warga negara asing asal Singapura.
“Posisi diperkirakan berada dekat kawah. Erupsi masih terus berlangsung sehingga tim SAR belum bisa merapat ke titik yang diduga ada dua orang hilang,” imbuhnya.
Kronologi 2 WN Singapura Hilang Saat Erupsi Gunung Dukono Halmahera Ditemukan
Berdasarkan laporan Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan dua korban terakhir peristiwa erupsi Gunung Api Dukono pada hari ketiga operasi pencarian, Minggu (10/5/2026).
Kedua korban 2 WN Singapura yang diketahui berinisial H.W.Q.T. (L) berusia 30 tahun dan S.M.B.A.H. (L) berusia 27 tahun dinyatakan meninggal dunia.
Abdul Muhari juga manyatakan dengan ditemukannya 2 WN Singapura, seluruh korban yang sempat dinyatakan hilang dengan ini sudah ditemukan secara lengkap.
Sementara itu, sebelum kronologi 2 WN Singapura hilang saat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera ditemukan, dilansir dari Kompas.com, tim Sar sudah mengevakuasi 15 korban selamat yang sebelumnya beraktivitas di Gunung Dukono.
Mereka adalah WNA asal Singapura berinisial T.Y.M.E. (L) usia 30 tahun, O.S.S. (P) usia 37 tahun, P.L. (P) usia 33 tahun, L.H.E.I. (P) usia 31 tahun, T.J.Y.G. (P) usia 30 tahun, L.Y.X.V. (P) usia 30 tahun, dan L.S.D. (L) usia 29 tahun.
Korban lainnya adalah WNI berinisial B.B. (L) usia 24 tahun, Y. (L) usia 23 tahun, S. (L) usia 26 tahun, A. (L) usia 22 tahun, H. (L) usia 26 tahun, F.N. (P) usia 27 tahun, R.I. (P) usia 29 tahun, dan S.J. (L) usia 48 tahun.
Dari jumlah tersebut, korban selamat berisinial R.S. dan J.A. membantu tim SAR dengan memberikan keterangan mengenai jalur pendakian dan posisi terakhir para korban sebelum erupsi terjadi. Setelah seluruh korban ditemukan, operasi SAR erupsi Gunung Dukono pun resmi ditutup. (*)
Artikel Asli




