Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan mengumumkan hasil rebalancing indeksnya, termasuk untuk pasar saham Indonesia, Selasa (12/5) waktu Amerika Serikat. Merespons hal itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan adanya kemungkinan sejumlah saham Indonesia keluar dari indeks MSCI.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan MSCI sebelumnya telah melakukan pembekuan sementara atau freeze, sehingga tidak ada saham baru yang masuk dalam indeks. Namun, ia membuka peluang adanya saham lama yang dikeluarkan.
“Jadi ya walaupun besok pengumumannya kita tunggu, kan mereka udah bilang freeze kan, jadi enggak ada yang baru yang masuk, tapi yang lama mungkin akan keluar,” ujar perempuan yang akrab disapa Kiki itu saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Minggu (11/5).
Kiki mengatakan OJK telah mengantisipasi potensi dinamika di pasar modal yang bisa terjadi setelah pengumuman rebalancing MSCI tersebut. Menurut dia, gejolak di pasar modal kemungkinan memang terjadi, tetapi hanya bersifat jangka pendek. Ia menilai kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari reformasi dan perbaikan integritas pasar modal yang sedang dilakukan regulator.
“Karena kan saya sudah beberapa kali bilang, bahwa dengan perbaikan reformasi integritas yang kita lakukan, pasti ada dampaknya,” ujar Kiki.
Menurutnya, penyesuaian jangka pendek justru diyakini akan membawa dampak positif bagi kesehatan pasar modal Indonesia dalam jangka panjang.
“Dan kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai short term pain lah, tapi InsyaAllah long term gain. Jadi kalau kita melakukan perbaikan-perbaikan, tentu kan kalau badan rasanya mungkin agak enggak enak dikit, tapi ke depan semakin sehat pasar modal kita,” lanjutnya.
Selain soal rebalancing MSCI, Kiki juga menanggapi isu potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontier market yang rencananya diumumkan pada Juni mendatang.
Meski demikian, ia optimistis Indonesia tetap mempertahankan status emerging market karena dinilai memiliki keterbukaan informasi dan integritas pasar yang baik.
“Kalau kita lihat secara granularitas data, keterbukaan informasi, kita mungkin salah satu yang terbaik lah untuk hal keterbukaan integritas yang kita sampaikan. Jadi semoga ini juga menjadi konsideran, supaya Indonesia tetap di emerging market,” kata Kiki.




