Wall Street Menguat, Saham AI Dorong S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor

kumparan.com
22 jam lalu
Cover Berita

Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (11/5) waktu Amerika Serikat. Kenaikan didorong saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI), meski pasar masih dibayangi ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, kenaikan harga minyak akibat mandeknya negosiasi damai AS-Iran memicu kekhawatiran baru soal inflasi.

Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones naik 134,28 poin atau 0,27 persen menjadi 49.743,44. S&P 500 menguat 0,38 persen ke level 7.427,07 dan Nasdaq naik 0,34 persen ke 26.336,86.

Saham perusahaan semikonduktor menjadi pendorong utama penguatan pasar. Indeks PHLX Semiconductor (.SOX) naik 2,5 persen karena investor masih agresif memburu saham terkait AI.

“Perdagangan saham semikonduktor dan infrastruktur AI kini seperti memiliki nyawanya sendiri. Momentum dan perburuan investor terhadap saham-saham ini begitu besar sehingga tampaknya hampir terlepas dari berita atau pengumuman apa pun,” kata analis strategi investasi Baird di Louisville, Kentucky, Ross Mayfield.

Musim laporan keuangan kuartal I juga masih memberi sentimen positif. Dari 440 perusahaan anggota S&P 500 yang sudah melaporkan kinerja, sebanyak 83 persen mencatat laba di atas ekspektasi analis berdasarkan data LSEG IBES.

Analis kini memperkirakan laba perusahaan S&P 500 tumbuh 28,6 persen secara tahunan pada kuartal I. Proyeksi itu naik tajam dibanding perkiraan awal April yang hanya 14,4 persen.

Meski begitu, perhatian investor mulai kembali ke data ekonomi dan situasi global. Presiden Donald Trump menolak respons Iran atas proposal perdamaian AS. Kondisi itu membuat harga minyak mentah melonjak dan memicu kekhawatiran inflasi akan semakin tinggi, terutama pada harga bensin.

Investor kini menunggu data inflasi AS melalui Consumer Price Index (CPI) dan laporan penjualan ritel pekan ini untuk melihat dampak kenaikan harga energi terhadap ekonomi.

“Investor cukup mudah mengesampingkan isu Iran saat musim laporan keuangan berjalan sangat luar biasa, tetapi dengan data inflasi pekan ini, isu Iran bisa kembali menjadi perhatian utama investor,” ujar Mayfield.

“Reli pasar ini memang luar biasa, tetapi kemungkinan akan mengalami konsolidasi, dan saya rasa data CPI dan PPI bisa menjadi pemicu aksi ambil untung,” tambah dia.

Selain data inflasi, pasar juga menanti rilis harga produsen dan produksi industri AS.

Pada akhir pekan ini, Trump juga dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing. Pertemuan itu akan membahas perang Iran, perdagangan, Taiwan, AI, hingga kerja sama mineral tanah jarang.

Saham energi menjadi sektor dengan kenaikan terbesar di S&P 500, sedangkan sektor layanan komunikasi justru melemah.

Beberapa perusahaan besar yang dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini antara lain Cisco dan Applied Materials. Sementara Nvidia dan Walmart akan melaporkan kinerja pada akhir bulan.

Saham Intel naik 2 persen setelah sebelumnya melonjak 14 persen karena kabar kerja sama produksi chip dengan Apple. Qualcomm juga melesat 7,6 persen dan mencetak rekor tertinggi baru. Sementara itu, saham Fox Corp naik 4,7 persen usai pendapatan kuartal III melampaui perkiraan analis.

Di sisi lain, saham maskapai penerbangan melemah karena harga minyak yang naik dinilai bisa menekan margin keuntungan. Saham Southwest Airlines, Delta Air Lines, Alaska Air, dan United Airlines turun antara 2 persen hingga 4,3 persen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengusaha Muda Papua Barat Tebarkan Semangat Kolaborasi untuk Negeri
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Siswa SMA di Binjai Sumut Dibegal saat Berangkat Sekolah, Tangan Terluka
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Bocoran Keseruan Festival Anime Mei 2026 Ini
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ruang Arsip Polres KP3 Surabaya Terbakar, Diduga karena Korsleting AC
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Korban Selamat Bus ALS, Delapan Jari Jumiatun Terancam Diamputasi
• 10 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.