Kualitas Udara di Jakarta Pagi Ini Urutan Keempat Terburuk Dunia

viva.co.id
23 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kualitas udara di Jakarta pada Selasa, 12 Mei 2026 pagi masuk kategori tidak sehat dan menduduki peringkat keempat sebagai kota dengan udara terburuk di dunia, dan warga diimbau menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.30 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 134 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 49 mikrogram per meter kubik.

Baca Juga :
Harga Minyak Dunia di Kisaran US$90-US$120 Per Barel, Airlangga Ungkap Ragam Skenario Pemerintah
5 Seed Minecraft Terbaik 2026, Dunia Unik Ini Bikin Survival Jadi Ketagihan

Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Situs tersebut juga merekomendasikan terkait kondisi udara di Jakarta, yaitu bagi masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika berada di luar ruangan gunakanlah masker, kemudian menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.

Sedangkan kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Kemudian, kategori sedang yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama yaitu Dhaka, Bangladesh di angka 191, urutan kedua Kinshasa, Democratic Republic of the Congo di angka 167, urutan ketiga Delhi, India di angka 162, dan urutan kelima Wuhan, China di angka 132.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan respon cepat untuk menanggulangi pencemaran udara di ibu kota saat musim kemarau, yang diprediksi terjadi pada awal Mei hingga Agustus mendatang.

Langkah cepat penanganan pencemaran udara saat kemarau itu meliputi peningkatan kualitas sistem pemantau kualitas udara dan uji emisi kendaraan bermotor.

Baca Juga :
10 Mod Minecraft Terbaik 2026 untuk Membangun Kota hingga Istana
Deretan Mod Minecraft 2026 yang Lagi Viral, Ada Dunia Baru dan Fitur Unik
Menhan Bahas Izin Lintas Udara yang Diajukan AS Bersama Purnawirawan TNI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Cetak Rekor Terlemah di Rp 17.500, Apa Penyebabnya?
• 18 jam lalukompas.id
thumb
IHSG Anjlok Lagi 1,43% Tertekan Kinerja Emiten Teknologi Ini
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ketua Komisi X DPR Minta Cerdas Cermat MPR di Kalbar Digelar Ulang
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Menghadap Prabowo, Bahlil Lapor Pasokan Energi di Atas Standar Minimum Nasional
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Dua Hakim Nilai Ibam Eks Konsultan Nadiem Tak Bersalah: Harusnya Bebas
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.