Dudung Sidak SPPG di Petamburan dan Kebon Jeruk: Dua Dapur Ini Tidak Layak!

kompas.com
18 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrahman melakukan sidak terhadap dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Petamburan dan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (12/5/2026).

Pantauan dari Kompas TV, Dudung melakukan pengecekan secara detail.

Ia bahkan memasuki ruang dapur, mengecek tempat sampah, hingga proses sanitasi yang ada di dua SPPG itu.

Selama berkeliling dua SPPG itu, Dudung bahkan mengecek kesegaran makanan yang tengah disiapkan.

Baca juga: Komisi X DPR Bakal Minta Penjelasan Kemendiktisaintek Soal Wacana Kampus Ikut Kelola Dapur MBG

Ia juga masuk ke ruang gudang penyimpanan bahan makanan.

Dari hasil temuannya, Dudung menyatakan dua SPPG itu tidak layak.

"Ini dapur ini kalau menurut saya tidak layak ya. 2 dapur yang saya cek saja, saya sidak ini tidak layak," tegas Dudung usai sidak, dilihat dari Kompas TV, Selasa (12/5/2026).

Dudung pun memerintahkan Kepala SPPG tersebut untuk meminta ketua yayasan agar mengubahnya sesuai standar.

Sebab, ia menemukan sejumlah aspek yang tidak sesuai aturan di dua SPPG itu.

"Kemudian beberapa tempat pencucian, kemudian ruangan yang begitu panas antara gudang basah dan gudang kering juga jadi satu dengan AC-nya satu. Pencucian nabati dan hewani harus terpisah tidak bisa jadi satu," tegasnya.

Baca juga: Keracunan MBG yang Tak Kunjung Usai

Hasil temuan ini juga akan disampaikan KSP kepada Kepala BGN Dadan Hindayana.

Dia akan meminta Kepala BGN untuk menutup SPPG tersebut jika memang tak kunjung melakukan perbaikan dan evaluasi.

"Saya sarankan kepada BGN untuk segera ditutup saja. Ini kan belatung di mana-mana coba. Ini sangat kan dekat sekali. Kalau dikasih waktu, kalau tidak bisa diperbaiki dalam waktu dekat segera ditutup saja," ucapnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dudung menegaskan hal ini tak boleh dianggap sepele.

"Menurut saya ini harus segera kita perbaiki, harus segera juga dievaluasi," tegasnya lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rugikan Warga dan Ekonomi Nasional, Indonesia Melawan Jadi Sarang Judi Online
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Bobby Akan Perbaiki Jalan di Tapsel Usai Ada Ibu Hamil Ditandu 6 Jam ke RS
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
CCSI Siapkan Rights Issue Jumbo 474,77 Juta Saham untuk Ekspansi
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Dukung Program Prabowo, BSI (BRIS) Salurkan Pembiayaan hingga Triliunan Rupiah per Kuartal I/2026
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Tsunami 100 Meter Hantam Tsunami-2.000 Tewas, BMKG Ingatkan Ini
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.