Pantau - Iran mengizinkan kapal tanker minyak Agios Fanourios I melintasi Selat Hormuz melalui jalur pelayaran yang telah ditetapkan.
Kapal tanker tersebut membawa minyak milik Irak dan dijadwalkan menuju Pelabuhan Nghi Son di Vietnam.
Informasi itu dilaporkan Kantor Berita Tasnim pada Senin waktu setempat.
Ketegangan AS-Iran Sempat Ganggu Jalur Energi DuniaKetegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil Iran.
Pada 7 April 2026, Amerika Serikat dan Iran mengumumkan gencatan senjata dan melanjutkan negosiasi di Islamabad.
Namun perundingan tersebut dilaporkan berakhir tanpa hasil.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata guna memberi waktu kepada Iran mengajukan "proposal terpadu".
Selat Hormuz Jadi Sorotan DuniaEskalasi konflik hampir menghentikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global.
Situasi tersebut sempat memicu kenaikan harga bahan bakar dunia.
Pada 3 Mei 2026, Donald Trump mengumumkan operasi "Project Freedom" untuk membantu kapal-kapal yang tertahan di Selat Hormuz melanjutkan perjalanan.
Namun dua hari kemudian, operasi tersebut dihentikan sementara untuk membuka peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.




