JAKARTA, DISWAY.ID -- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani buka suara soal pembubaran nonton bareng film dokumenter Pesta Babi yang digelar di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ia mengatakan kampus memiliki kewenangan penuh untuk mengambil langkah yang dianggap terbaik demi menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan akademik.
"Kalau ternyata film tersebut mengganggu kenyamanan, kondusivitas, dan sebagainya, ya monggo, kampus memiliki otonomi penuh untuk melakukan yang terbaik bagi kampus tersebut," kata Lalu di Kompleks Parlemen, Senin, 11 Mei 2026.
BACA JUGA:Siap-Siap Long Weekend! Tanggal 14 Mei 2026 Libur Nasional Kenaikan Yesus Kristus
Lalu menegaskan, selama suatu kegiatan tidak mengganggu keamanan, ketertiban, dan kenyamanan, maka aktivitas tersebut seharusnya dapat dilaksanakan.
Namun apabila berpotensi memicu gangguan di lingkungan kampus, maka perguruan tinggi diminta menjalankan aturan yang berlaku.
"Pada prinsipnya selama itu tidak mengganggu keamanan, ketertiban, dan kenyamanan, silakan. Tetapi kalau sudah mulai mengganggu, maka kami menyarankan kampus untuk melaksanakan ketentuan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.
Ia menambahkan, kampus harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh mahasiswa maupun sivitas akademika. Sebab, fungsi utama perguruan tinggi adalah mendidik generasi penerus bangsa.
BACA JUGA:Komisi X Minta Penjelasan Kemendikti soal Kampus Jadi Pengelola SPPG
“Konteksnya adalah kampus betul-betul harus menjamin bahwa kampus itu adalah ruang yang aman, ruang yang nyaman, dan tujuannya satu, adalah mendidik generasi penerus bangsa,” pungkasnya.
Meski demikian, Lalu menilai substansi film dokumenter tersebut sebenarnya tidak bermasalah.
Ia menduga munculnya pelarangan atau pembatasan lebih disebabkan adanya kekhawatiran tertentu yang perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak terkait.
"Kalau kita lihat kontennya sebenarnya tidak ada masalah. Hanya mungkin ada kekhawatiran berlebihan dan tinggal dijelaskan saja kenapa tidak boleh atau tidak harus di kampus," ucapnya.
Sebagai informasi, acara nonton bareng film dokumenter Pesta Babi dibubarkan di sejumlah kampus di Indonesia.
BACA JUGA:BGN Wajibkan Seluruh SPPG Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu
- 1
- 2
- »





