BPOM dan WHO Teken Joint Work Plan 2026-2027 untuk Perkuat Sistem Kesehatan Nasional

pantau.com
18 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM bersama World Health Organization (WHO) Indonesia menandatangani Grant Agreement dan Joint Work Plan (JWP) Biennium 2026–2027 guna memperkuat sistem kesehatan nasional dan pengawasan obat serta makanan di Indonesia.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan nilai hibah dalam kerja sama tersebut mencapai 997.853 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp17 miliar.

Dana itu akan digunakan untuk mendukung 63 kegiatan lintas unit kerja di lingkungan BPOM.

"Pada Biennium 2026–2027, nilai hibah yang disepakati mencapai USD 997.853 atau sekitar Rp17 miliar," kata Taruna Ikrar.

Kerja Sama Fokus pada Penguatan Sistem Kesehatan

Taruna menjelaskan kerja sama BPOM dan WHO Indonesia telah berlangsung sejak 2020.

Program kolaborasi tersebut meliputi capacity building, policy dialogue, expert support, dan technical assistance.

Ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan sistem kesehatan, peningkatan kesehatan populasi, pengendalian penyakit menular, imunisasi, hingga kesiapsiagaan menghadapi kedaruratan kesehatan.

“Kerja sama antara BPOM dan WHO Indonesia tidak hanya memberikan dukungan teknis, tetapi juga memperkuat harmonisasi kebijakan dengan standar dunia serta mendukung komitmen BPOM dalam memastikan pengawasan obat dan makanan yang efektif,” ujar Taruna.

WHO Apresiasi Kemitraan Strategis dengan BPOM

Perwakilan WHO Indonesia Phoubandith Soulivong menyampaikan apresiasi atas kemitraan strategis yang telah terjalin dengan BPOM.

“Kerja sama BPOM dan WHO Indonesia merupakan salah satu kerja sama penting bagi kami, mengingat BPOM merupakan salah satu mitra strategis WHO Indonesia," kata Phoubandith.

Ia berharap kerja sama Biennium 2026–2027 dapat memperkuat kolaborasi kedua pihak dan memberikan manfaat lebih luas bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

BPOM menegaskan akan terus memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan yang efektif, adaptif, dan berdaya saing melalui kolaborasi tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kenapa Freestyle Bahaya Bagi Anak dan Bisa Sebabkan Meninggal Dunia?
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Waka DPR Usul Pemerintah Bertahap Angkat Semua Guru Jadi PNS: Sudah Darurat
• 13 jam laludetik.com
thumb
KPK Telusuri Aset-aset Milik Wali Kota Madiun Saat Periksa Istri Maidi
• 5 jam lalukompas.com
thumb
RI-Singapura Siapkan Arah Baru Kemitraan Jelang 60 Tahun Hubungan Diplomatik
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Turun Rp40.000, Harga Emas Antam Selasa Pagi Jadi Rp2.859.000 per Gram
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.