IHSG Dibuka Menghijau Dibayangi Koreksi, Bursa Asia Variatif dan Wall Street Menguat

tvonenews.com
23 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - IHSG dibuka menguat 41 poin atau 0,60 persen di level 6.946 pada pembukaan perdagangan Selasa, 12 Mei 2026.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi short term teknikal rebound hari ini ke 6.950, tapi gunakan untuk sell on high karena IHSG masih rentan kembali terkoreksi," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 12 Mei 2026.

Dia mengatakan, Bursa Asia beragam pada perdagangan Senin kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,47 persen dan ASX 200 Australia melemah 0,49 persen.

Sedangkan, Hang Seng Hong Kong menguat 0,05 persen, CSI 300 China melesat 1,64 persen, Taiex Taiwan naik 0,45 persen, dan Kospi Korea Selatan melonjak 4,32 persen. Sementara itu, FTSE Straits Times bertambah 0,42 persen dan FTSE Malay KLCI berkurang 0,16 persen.

Mayoritas kenaikan pasar Asia-Pasifik terjadi di tengah penguatan harga minyak dan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Sentimen investor tetap waspada setelah, Presiden AS, Donald Trump, menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang.

Iran mengajukan proposal baru kepada negosiator AS yang berfokus pada pengakhiran konflik Timur Tengah. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim mengatakan, tawaran balasan tersebut menyerukan pengakhiran perang di semua lini dan pencabutan sanksi terhadap Teheran. 

"Support IHSG berada di level 6.650-6.850 sementara resist IHSG di rentang 6.950-7.050," ujarnya.

Sebagai informasi, Wall Street ditutup menguat tipis pada perdagangan Senin kemarin, didorong optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI) meskipun pasar dibayangi kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak dan mandeknya negosiasi damai antara AS dan Iran.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,19 persen, S&P 500 menguat, dan Nasdaq Composite bertambah 0,10 persen.

Di sisi lain, Trump dijadwalkan bertemu Presiden China, Xi Jinping di Beijing pekan ini, untuk membahas berbagai isu strategis mulai dari perang Iran, perdagangan, senjata nuklir, Taiwan, AI, hingga potensi perpanjangan kesepakatan mineral tanah jarang.

Mohammad Yudha Prasetya

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 19 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Pemprov DKI Siapkan Modifikasi Cuaca Jika El Nino Picu Krisis Air di Jakarta
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Purbaya Tegaskan Tak Ada Lagi Tax Amnesty Tanpa Perintah Presiden
• 10 jam laludisway.id
thumb
Dua pesawat membawa orang terdampak hantavirus mendarat di Belanda
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Perhappi Usul Tarif Royalti Tambang Diterapkan Progresif
• 19 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.