Uni Eropa sepakat jatuhkan sanksi baru terhadap pemukim Israel

antaranews.com
20 jam lalu
Cover Berita
Brussel (ANTARA) - Negara-negara anggota Uni Eropa (UE) menyepakati sanksi baru terhadap para pemukim Israel atas kekerasan terhadap warga Palestina, setelah mengalami kebuntuan selama berbulan-bulan, demikian menurut seorang diplomat senior UE.

Keputusan Uni Eropa (UE) ini diambil di tengah meningkatnya kekerasan yang dilakukan para pemukim serta perluasan permukiman di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas mengatakan di platform media sosial X, Senin (11/5), bahwa para menteri luar negeri (menlu) negara-negara anggota UE telah menyetujui langkah tersebut. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya kekerasan yang dilakukan para pemukim serta perluasan permukiman di Tepi Barat yang diduduki Israel.

"Sudah saatnya kita beranjak dari kebuntuan ke tindakan nyata," ujar Kallas.

UE belum memublikasikan rincian mengenai individu dan entitas yang akan menjadi target sanksi baru tersebut.

Para pemukim Israel terlihat berada di bawah perlindungan ketat pasukan Israel di Kota Tua Hebron di Tepi Barat bagian selatan pada 31 Mei 2025. (Xinhua/Mamoun Wazwaz) Menlu Prancis Jean-Noel Barrot menyebutkan di platform media sosial X bahwa UE menjatuhkan sanksi terhadap organisasi-organisasi besar Israel beserta para pemimpinnya atas dukungan mereka terhadap "kolonisasi yang ekstremis dan penuh kekerasan di Tepi Barat". Dia menegaskan tindakan "serius dan tidak dapat ditoleransi" tersebut harus segera dihentikan.

Namun, para diplomat UE gagal menyepakati langkah-langkah lebih lanjut, termasuk larangan terhadap produk-produk dari permukiman Israel di Tepi Barat atau penangguhan perjanjian perdagangan utama dengan Israel.

Sejak tahun 2023, lebih dari 5.900 warga Palestina telah mengungsi akibat kekerasan yang dilakukan oleh pemukim, termasuk sekitar 2.000 orang pada tahun ini saja, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA).




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keir Starmer Tegaskan Bertahan di Tengah Desakan Mundur dan Krisis Politik Partai Buruh
• 53 menit lalupantau.com
thumb
Peristiwa 12 Mei: 28 Tahun Tragedi Trisakti
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Prima Andalan (MCOL) Tebar Dividen Final Rp711 Miliar, 60 Persen dari Laba
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintah Setujui Insentif Kendaraan Listrik, Jadi Senjata Baru Tekan Impor BBM
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Siswa SMA di Binjai Sumut Dibegal saat Berangkat Sekolah, Tangan Terluka
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.