Rupiah Terus Melemah ke Rp 17.489 meski Keyakinan Konsumen Terhadap Ekonomi RI Naik

viva.co.id
21 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 17.415 pada Senin, 11 Mei 2026. Posisi rupiah itu melemah 40 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.375 pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026.

Baca Juga :
IHSG Dibuka Menghijau Dibayangi Koreksi, Bursa Asia Variatif dan Wall Street Menguat
IHSG Diproyeksi Anjlok Lebih Dalam, Simak 5 Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Sementara perdagangan di pasar spot pada Selasa, 12 Mei 2026 hingga pukul 09.04 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.489 per dolar AS. Posisi itu melemah 75 poin atau 0,43 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.414 per dolar AS.

Ilustrasi mata uang Rupiah.
Photo :
  • Pixabay/IqbalStock

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada April 2026 menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional tetap terjaga di zona optimistis.

Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2026 yang berada di level 123,0 atau meningkat tipis dibandingkan Maret 2026 sebesar 122,9. Level indeks di atas 100 mencerminkan konsumen masih memiliki optimisme terhadap kondisi ekonomi.

Bank Indonesia (BI) menyebut, terjaganya keyakinan konsumen terutama didorong oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE). Pada April 2026, IKE tercatat sebesar 116,5, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 115,4.

Kenaikan IKE menunjukkan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini, termasuk ketersediaan lapangan kerja, penghasilan, dan daya beli, mengalami perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

IKK menggunakan tahun acuan dengan nilai 100. Artinya indeks kepercayaan konsumen pada April 2026 di level 123 berada di zona optimistis atau di atas nilai acuan.

Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap berada pada level optimistis sebesar 129,6. Meski demikian, angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 130,4.

Penurunan tipis IEK mengindikasikan konsumen masih memiliki keyakinan positif terhadap prospek ekonomi ke depan, meski dengan tingkat optimisme yang sedikit lebih moderat dibandingkan bulan sebelumnya.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.410—Rp 17.460," ujarnya.

Sebagai informasi, Presiden AS, Donald Trump menyebut, tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian AS "sama sekali tidak dapat diterima", sehingga meningkatkan risiko geopolitik.

Baca Juga :
Survei BI Sebut Konsumen RI Pede Ekonomi Terus Tumbuh
IHSG Anjlok 0,91 Persen Ditekan Sentimen Royalti Tambang dan Rupiah Melemah Tembus Rp17.400
Rupiah Melemah ke Rp 17.420 Dibayangi Lonjakan Utang Pemerintah di Kuartal I-2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Atap Gedung MTs 4 Muhammadiyah Sragen Roboh, 7 Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
• 17 jam laludisway.id
thumb
MSCI Depak 6 Emiten dari Global Indeks: Sisa 11 Saham Termasuk ASII, BBCA, BRPT
• 37 menit lalukatadata.co.id
thumb
Atap Madrasah Tsanawiyah Sambungmacan Sragen Roboh, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Amerika Serikat Semakin Produktif, Warganya Makin Kurang Tidur
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
1 Orang Ditangkap terkait Pembakaran Ponpes Nurul Jadid di Mesuji, Diduga Provokator
• 23 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.